PSBB Tangerang Selatan Diperpanjang Wakil Ketua DPRD Usulkan Tempat Usaha Hiburan Dibuka

322
PSBB Tangerang Selatan Diperpanjang Wakil Ketua DPRD Usulkan Tempat Usaha Hiburan Dibuka
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Iwan Rahayu
Tangerang Selatan – Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya pada Minggu (9/8/2020).

Wilayah Tangerang itu meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurut Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, keputusan itu telah ditetapkan dalam rapat evaluasi yang dilakukan kepala daerah dengan Gubernur Banten.

“Hasil rapat evaluasi kepala daerah dengan Gubernur Banten, PSBB kembali diperpanjang hingga 14 hari mendatang atau 23 Agustus,” ujar Airin dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Airin mengatakan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi.

BACA JUGA: Bupati Serang Hadiri Hari Jadi Kecamatan Jawilan Ke-20

Selain itu, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan baru mencapai 83 persen.

Sementara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Iwan Rahayu mengusulkan kepada pemerintah untuk kembali membuka tempat usaha hiburan untuk menggenjot pendapatan daerah.

Seperti diberitakan Redaksi24.com, Iwan tidak melarang agar PSBB tersebut dilanjutkan. Tetapi, harus ada solusi dari pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Info dari eksekutif PSBB, diperpanjang satu kali lagi, tetapi kita berharap tidak diperpanjang. Bukan berarti kita tidak setuju, tapi mari sama-sama kita kaji, yang mana yang bagus dan lebih baik. Apakah covidnya menurun dan pertumbuhan ekonominya jalan atau seperti apa. Nah rumusan ini kita perlukan,” katanya,

Iwan juga mengusulkan agar semua jenis tempat usaha hiburan meliputi karaoke, panti pijat, bioskop dan lainnya dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut demi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

“Pokoknya sudah kita perketat saja protokol kesehatan. Seperti halnya menjadi kewajiban memakai masker itu sama saja pakai baju, kalau tidak pakai merasa malu. Nah ini suatu hal baru, kebiasaan baru dan harus lebih baik lagi. Jadi ekonomi dibuka saja seluruh sektornya,” ungkap Iwan.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Melajutkan PPKM 4, Bantuan Sosial Tunai Segera Disalurkan

Meski begitu, Politisi PDI-Perjuangan itu menuturkan, bahwa hal tersebut hanya bersifat saran kepada Pemerintah Kota Tangsel. Karena DPRD sifatnya hanya memberikan saran dan mengawasi.

“Jika memang Covid-19 meningkat akibat tempat karaoke dibuka misalnya, itu belum tentu juga dia terpapar di tempat karaoke tersebut. Bisa saja dari tempat lain. Makanya, protokol kesehatan diperketat mulai dari cuci tangan, pakai masker, cek suhu dan dibatasi kapasitas pengunjungnya,” tutur Iwan.

Sebelumnya, wilayah Tangsel menerapkan PSBB jilid ketujuh selama dua pekan sejak 26 Juli 2020 hingga 8 Agustus 2020. Selama itu pula jumlah pasien Covid-19 di Tangsel terus meningkat, bahkan sempat mengalami lonjakan kasus pada beberapa hari.

Berdasarkan Gugus Tugas Covid-19 Tangsel, sedikitnya ada 143 pasien positif Covid-19 selama 14 hari penerapan PSBB jilid ketujuh di wilayah Tangsel.

Pada hari pertama PSBB jilid ketujuh diterapkan, 26 Juli 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Tangsel sebanyak 480.

Kemudian, sampai hari terakhir PSBB pada 8 Agustus 2020, kasus positif Covid-19 sudah menembus angka 623.

Peningkatan kasus tertinggi terjadi pada 29 Juli 2020, tercatat ada tambahan 29 pasien positif Covid-19.

Belum Berakhir Satu hari berselang, yakni 30 Juli 2020, kasus positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 17 kasus. Kemudian, pada 3 Agustus 2020, terdapat 24 kasus baru positif.(***)

Artikel sebelumyaBupati Serang Hadiri Hari Jadi Kecamatan Jawilan Ke-20
Artikel berikutnyaJerinx SID di Tahan Dalam Kasus Ujaran Kebencian, Sang Istri No Comment