Kapolres Soetta: Tawuran Pelajar di Jalan Perimeter Utara Soetta, satu Kritis

213
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian
TANGERANG, banten.indeksnews.com – Bermula saling ejek di media sosial (Medsos), dua kelompok pelajar asal Jakarta dan Tangerang terlibat tawuran. Aksi tawuran ini terjadi di area Jalan perimeter utara, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang dan mengakibatkan satu korban kritis. Sementara sembilan orang berhasil diamankan Jajaran Kepolisan Polres Bandara Soetta, Tangerang. Kapolres Soetta Kombes Adi Ferdian mengatakan, peristiwa tawuran di area jalan perimeter utara yang melibatkan dua kelompok pelajar asal Jakarta dan Tangerang itu dipicu dari saling ejek di medsos.

Tawuran ini terjadi karena olok-olok dan saling tantang. Untuk tawuran ini menggunakan sarana komunikasi WA yang berawal dari medsos dan dilakukan di jalan perimeter utara ,” ujar Kapolres Soetta dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis 13 Agustus 2020.

Setelah saling ejek, para pelajar itu pun bertemu untuk tawuran dengan menggunakan sejumlah senjata tajam. Adi mengatakan, kawasan Bandara Soetta dijadikan sebagai lokasi tawuran, karena dianggap para pelajar ini situasinya sepi.”Saya minta kepada para orang tua untuk berperan aktif menjaga anak-anaknya, terutama dalam memanfaatkan media sosial agar tidak terjadi peristiwa serupa,” imbuh Kapolres Soetta.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho menjelaskan, terdapat sembilan tersangka yang diamankan karena terlibat tawuran.

saat keterangan Pers
saat keterangan Pers

“Ada satu korban kritis yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang,” katanya.

Menurut dia, korban dirawat karena mengalami luka di sekujur tubuhnya akibat sabetan senjata tajam.”Bahkan tangan kanan korban dimungkinkan tidak dapat dipergunakan lagi dengan normal,” ucapnya.

Alex menyebut para tersangka didominasi masih di bawah umur. “Dari sembilan tersangka, dua di antaranya sudah dewasa,” tuturnya.

Kini para tersangka mendekam di tahanan Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Mereka dijerat sejumlah pasal, yakni Pasal 2 Ayat (1) Undang Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1952, Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHPidana, dan Pasal 80 Ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

BACA JUGA:  Ibunda Amanda Manopo Meninggal Dunia karena Terpapar Covid 19
Artikel sebelumya12 Juta Pelaku Usaha Mikro Dapat Bantuan 2,4 Juta Rupiah dari Menteri KUKM
Artikel berikutnyaPidana dalam Kasus Jerinx SID Tidak Tepat, Kepolisian Harus Segera Hentikan Penyidikan