BSD City tak mampu membuktikan kelalaianya mangkir membayar BPJS Outsource, H Eko: Modus Direksi Cekik Karyawan Outsource

49
1
ya BSD CITY
ya BSD CITY
TANGSEL, banten.indeksnews.com – BSD City tak mampu membuktikan kelalaianya mangkir membayar BPJS Outsource, ” Jika Bu Rahayu (BSD City) bisa membuktikan bahwa iuran BPJS tenaga outsourcenya aktif, Alhamdulilah risiko kesehatan dan nyawa 1.500 orang selamat”, ungkap H.Eko Yuliadi kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).

Eko menambahkan jika BSD City tidak bisa membuktikan iuran BPJS outsourcenya aktif maka tamat nasib para pekerja outsource di saat ada PHK Massal, “Ya! makan tuh, BPJS?!”, timpal Eko.

Contoh kasus menurut Eko,” Di giriloka BSD City 2 rumah milik dr Taufik Chaldun SpOG dan Dhonny Rahajoe tenaga outsourcenya berbeda, para pekerja mengikat kontrak langsung dengan ketua RW”.

“Kami survey upahnya berapa dibandingkan Outsource BSD City lainnya, faktanya ada perbedaan selisih upah dan jumlahnya berkurang setelah adanya potongan siluman”. beber Eko.

Y BSD
Y BSD

Masih kata Eko, Ia juga melakukan survey ke kantor outsource lainnya yang mendapatkan kontrak langsung dari Ketua RW,” Kita cek dan survey lagi struktur upahnya. Kalo dibuka, ada 50% dari 37 juta buruh adalah outsource, potongannya edan”, jelas Eko.

“Kalau potongan upah tenaga outsource sebesar Rp 500.000 / org x 1500 tenaga kerja outsource jumlah sekira Rp.750 juta dan itu jelas jatah direksi”. kata Eko berdasarkan keterangan dan analisanya potongan upah tenaga outsource yang sangat besar nilainya tersebut adalah modus direksi.

BACA JUGA:Kok Bisa, BSD City Mangkir Bayarkan BPJS Outsource 

“Ya! itu modus direksi, caranya settlement telat 3 bulan, perusahaan outsource terpaksa cari rentenir talangi gaji, kalau buruh outsource 1500 orang x 4 juta = Rp.6 milyar delay 3 bulan”, cetus Eko.

Ditambahkannya, Maka perusahaan hitung beban bunga Rp18 milyar, alasan beban bunga, dijadikan bancakan potongan upah,” Sampai perang Diponegoro lagi tahun 2025 ya upah outsource tetap dicekik dan dijadikan kesejahteraan direksi, beli Ferari dan lain lain”. tandas Eko.

BACA JUGA:  Lokasi SIM Keliling Kota Tangerang Selatan Hari Ini 25 November 2020

Dia pun menjelaskan, Total kalau potongan upah demikian besarnya , artinya Rp 9 trilyun upah bulanan dipotong disedot persis vampire sedot darah rakyat.

Inilah alasannya kenapa iuran BPJS tekor, karena jangankan iuran BPJS , hak UMR saja disunat, ada potongan siluman Rp500.000 per bulan, boro-boro mau bayar BPJS. Isteri isteri melahirkan, Korban kecelakaan motor, siapa yang menanggung?.

“Besok kita survey, ada seribu orang kemudian satu-satu kita kupas penderitaannya akan terbukti jelas BSD City Mangkir membayarkan BPJS outsource dan modus direksi cekik karyawan outsource”, pungkas Eko.