Tak Dukung Ratu Ati Di Pilkada Cilegon, 2 Kader Golkar Diusulkan Dipecat

Tak Dukung Ratu Ati Di Pilkada Cilegon, 2 Kader Golkar Diusulkan Dipecat
Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Sahruji berbaju putih pakai kopiah
Cilegon – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Cilegon mulai bereaksi keras, dua orang kader Golkar membelot dari keputusan partai yang mendukung pasangan Ratu Ati Marliati – H. Shokidin pada pilkada 2020 Kota Cilegon, Banten.

Kedua kader Golkar tersebut yakni Haji Sahruji dan Sam’un justru mendukung pasangan lain yakni Iye Iman Rohiman – Awab, sehingga DPD Partai Golkar Cilegon memanas. Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Sahruji diusulkan untuk dipecat.

“Pak Haji Sahruji telah menjadi Tim Pemenangan Iye-Awab. Padahal kita tahu bahwa Partai Golkar memutuskan mengusung Ati-Sokhidin. Oleh karena itu jika ada salah satu kader atau pengurus Partai Golkar yang tidak mendukung, maka Partai Golkar harus mengambil tindakan karena itu telah melanggar AD/ART partai,” kata Sekretaris DPP II Golkar Cilegon Sutisna Abas kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Usulan pemecatan terhadap Sahruji yang menjabat Wakil Ketua dan Sam’un sebagai Wakil Sekteraris DPD II Golkar ini, diakui Sutisna, sudah melalui rapat pleno pengurus DPD Golkar se-Kota Cilegon.

BACA JUGA: Muhamad-Rahayu Saraswati Memperoleh Dukungan 19 kursi di DPRD Tangsel

“Dengan sikap pilihan Sahruji dan Sam’un, maka terkait hasil pleno yang sudah kita kirimkan ke DPD I Golkar Banten dan DPP Golkar. Bahwa kita ingin Sahruji dan Sam’un dikeluarkan dari kepengurusan,” ujar Sutisna.

Karena dinilai telah melakukan pelanggaran AD/ART, DPD Golkar Cilegon juga mengusulkan kepada DPP Golkar untuk pemecatan Haji Sahruji dan Sam’un dari status keanggotaan partai.

“Terkait pemecatan sebagai kepengurusan itu ada di DPD Golkar Banten, tapi kalau untuk pemecatan sebagai keanggotaan ada di DPP Golkar,” imbuhnya.

Sutisna menjelaskan surat usulan pencopotan sudah dikirimkan ke DPD Golkar Banten. Sementara itu, surat usulan pemecatan dari keanggotaan sudah dikirimkan ke DPP.

BACA JUGA:  Ridwan Saidi: Muhamad-Saraswati, Diharapkan Menjadikan Tangsel Awal Pembangunan Yang Merata

BACA JUGA: Saraswati, Beber Soal Praktik Halalkan Segala Cara di Pilkada Tangsel

“Untuk surat keputusannya, insyaallah minggu depan keluar dari DPD I. Surat pemberhentian sebagai pengurus itu di DPD I dan sebagai anggota itu keputusannya ada di DPP pusat,” kata Sutisna.

Selain Sahruji, DPD II mengusulkan pemecatan Wakil Sekretaris DPD II Golkar Cilegon Sam’un. Sebab, Sam’un turut serta Sahruji mendukung Iye-Awab di Pilwalkot Cilegon.

“Selain Pak Haji Sahruji, kita juga memberhentikan Sam’un sebagai Wakil Sekretaris DPD II,” ujarnya.

Diketahui, Sahruji merupakan tokoh senior Golkar di Cilegon. Ia satu angkatan dengan Aat Syafaat, mantan Wali Kota Cilegon yang juga ayah dari Ketua DPD II Golkar, Iman Ariadi.

Dukungan Sahruji ke Iye-Awab sempat menjadi perbincangan politik di Cilegon. Masalahnya, Sahruji selama ini dinilai loyal terhadap arah politik ‘klan Jombang’, sebutan bagi keluarga politik Iman Ariadi.

Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Sahruji dan kawan-kawan mengaku siap dipecat dari kepengurusan DPD II Golkar karena membelot mendukung Iye-Awab di Pilwalkot Cilegon 2020. Sahruji mengatakan belum menerima surat pemberhentian.

“Sampai hari ini saya belum mendapat surat pemberhentian sebagai pengurus Golkar Cilegon. Hari ini saya dan Mang Sam (Sam’un) dan temen-temen pengurus Golkar kelurahan menyikapi terkait masalah pemberhentian saya dan Mang Sam, kami sebagai kader Golkar: we love Golkar,” kata Sahruji kepada wartawan di Cilegon, Selasa (18/8/2020).

Sahruji mengatakan bakal patuh terhadap keputusan partai. Namun, dia menegaskan dirinya kader Golkar tulen, bukan karena pilwalkot saja.

“Saya menjadi kader Golkar sejak Cilegon masih bergabung dengan Kabupaten Serang, Jawa Barat, saat itu ketua PK dipimpin oleh almarhum Yakub Hasa. Artinya saya jadi kader Golkar ini bukan cuma sejak Cilegon berdiri saja, sebelumnya Sutisna (Sekretaris DPD) Nasir (Wakil Ketua) Irfan masuk Golkar, itu saya jauh lebih dulu, saya jauh sudah menjadi kader Golkar dan partai pertama saya,” kata dia.

BACA JUGA:  BT Forum Batak Tangsel Dukung Pasangan Muhamad-Saraswati Menjadi Walikota Dan Wakil Walikota Tangerang Selatan

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD II Partai Golkar Cilegon Muhammad Nasir. Dikatakannya, surat usulan pemecatan Haji Sahruji dan Sam’un sudah dikirimkan sejak tanggal 28 Juli 2020 lalu, kepada DPD Partai Golkar Banten dan DPP Golkar.

“Rapat pleno itu kita lakukan tanggal 27 Juli 2020, terus satu hari kemudian yakni tanggal 28 surat permohonan itu baru kita kirim ke DPD Golkar Banten dan DPP Golkar,” jelas Nasir.(***)