Terburai, Pernahkah kita berpikir, kenapa persatuan bangsa kita terburai.

213
terburai
terburai ft istimewa
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Bayangkan , di antara unsur bangsa, antara NU terburai dengan MU, antara MU terburai antara Din dengan Buya.Antara Arhanud terburai dengan kodiklat. “saya jendral! Ya tapi bapak siapa? Kamu perwira kok tidak tahu?
Bapak Arhanud ya? Disini kodiklat, pak, beda”

Di antara polisi beda, atau bahkan terburai?Saya jendral!Kamu ini perwira macam apa.
Maaf bapak dari BNN ya,Kok tahu? Abis bapak gondrong.

Saya jendral! Maaf pak, kami tidak mengenali, bapak darimana BIN ya? Kami NKRI
iya negara kepolisian ya? Upssss semua terburai.

Jadi ada persatuan bangsa ini yang terburai percah jadi seribu, remah remah mirip Mayora dan Khong Guan Malkis.

Bapak presiden memberi BLT kepada kelompok penghasilan miskin di bawah Rp 5 juta. Pak RT/RW jangan lupa, kami pensiunan jendral termasuk dicatat ya!

Jadi sekarang ini terjadi perang horizontal. Musuh negara bukan Timor Timur, atau Vanuatu. Tapi bangsa sendiri. Perpecahan seribu keping remah malkis Roma ini terjadi akibat dari peran para pemangku kekuasaan

1. Kekuasaan negara

Kekuasaan negara itu jelas, lembaga nasional, seperti BNN badan narkortika nasional, TNI tentara nasional indonesia, BNPT badan nasional penanggulangan bencana, Lemhannas lembaga pertahanan nasional, Polri kepolisian negara republik Indonesia, adalah kekuatan negara. Kepala daerah, lurah kepala desa, RT/ RW adalah kekuatan negara.

2. Kekuasaan pemerintah dan BUMN

Kekuasaan eksekutif, partai parlemen, yudikatif, departemen. Sekarang ini ada cluster PKB untuk urusan TKI dan depnaker. Cluster Golkar di departenen perindustrian, cluster TNI di departemen perekonomian / BUMN, bahkan ada Kepala desa nasdem, RT / RW pdip, ada cluster radikal di departemen pertanian.

3. Pemangku kepentingan

Semua perpecahan ini akibat dari kekuasaan kapitalis, negara digelontor Rp6.000 trilyun dana M2 suplai uang beredar namun dalam bentuk investasi luar negeri, kredit bank, FDI foreign direct investment. Perpecahan kekuasaan negara menjadi remah Khong Guan ini semua demi mengamankan investasi. Kepentingan BI di atas kepentingan negara.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

Ir. Goenardjoadi Goenawan .MM

Artikel sebelumyaDugaan Sementara Gedung Kejagung RI Terbakar, Akibat Konsleting Listrik
Artikel berikutnyaNKRI Dan Kepahlawanan sekarang ini di era post truth.