Pilkada Serentak Ditengah Corona Paslon Rawan Selewengkan Bansos

229
pilkada serentak 2020
Ilustrasi: fajar indonesia network

Banten, – Rawan diselewengkan untuk kepentingan pemenangan dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020, pegiat media sosial, beserta KPU dan Bawaslu, akan mengawasi penggunaan bantuan sosial Corona.

Hal itu terungkap dalam diskusi Webinar bertajuk Pilkada Damai di Tengah Pandemi.

Lulu Jamaludin, aktivis sosial sekaligus pegiat medsos dari Fesbukbantennews, menerangkan bahwa banyak paslon baik penatang atau pun incumbent dalam pilkada serentak demi mengambil simpati masyarakat memanfaatkan pandemi covid-19 dengan memberikan berbagai macam bantuan berkedok bansos.

Bantuan itu bisa berupa sembako dengan foto paslon, pembagian masker dan sanitizer hingga bermodus penyemprotan disinfektan ke perkampungan atau tempat umum lainnya.

“Jelang Pilkada, bisa saja, entah melakukan penyemprotan, pembagian sanitizer, tapi bukan dari kantong pribadi,” kata relawan dari Fesbukbantennews, Lulu Jamaludin dalam webinar. Selasa, 25 Agustus 2020.

Senada dengan itu, Komisioner Bawaslu Banten, Badril Munir, mengajak masyarakat turut serta mengawasi penggunaan bansos corona yang rawan diselewengkan untuk memenangkan para Paslon dalam helatan pilkada serentak. Ia juga mengatakan masyarakat diberikan kemudahan dalam pelaporan dapat dilakukan secara online.

“Musibah ini bisa dijadikan instrumen kekuasaan untuk menekan lawan politik, namun semakin dalam saat Covid. Kalau di Pilkada, semua orang bisa mengawasi. Kalau di bansos banyak instrumen yang bisa dipakai, manipulasi bansos. Bansos dengan segala intrik atau pintu, mengatasnamakan bencana, satu rupiah pun Bawaslu siap memberantas,” Kata Badrul Munir.

“Pelaporan bisa melalui online. Musibah ini bisa dijadikan instrumen kekuasaan menekan lawan politik, namun semakin dalam saat COVID-19. Kalau di Pilkada, semua orang bisa mengawasi. Kalau di bansos banyak instrumen yang bisa dipakai, manipulasi bansos,” kata Komisioner Bawaslu Banten, Badril Munir.

Sementara itu, Eka Satyalaksmana, KPU Banten mengatakan jika paslon benar terbukti melakukan kecurangan, bisa didiskualifikasi.

“Berdasarkan penelitian saya pribadi, praktik pemilihan menggunakan uang juga tidak berpengaruh banyak terhadap raihan suara, tetapi tetap ada pengaruhnya,” kata Eka.

Perlu diketahui, Pilkada serentak di Banten pada 9 Desember 2020 nanti, yang akan dilaksanakan di 4 kabupaten/kota yakni. Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang Selatan.

TONTON JUGA

Artikel sebelumyaSaraswati Janjikan Buat Lapangan Bola Per Kelurahan
Artikel berikutnyaRoadshow Adaptasi Kebiasaan Baru Kabupaten Serang Di Kabayan Kecamatan Kopo