Mantan Kepala BPN Badung Tewas Tembak Diri di Toilet Kejati

1
Mantan Kepala BPN Badung dan Denpasar Tri Nugraha
Mantan Kepala BPN Badung dan Denpasar Tri Nugraha
DENPASAR, banten.indeksnews.com – Peristiwa menggemparkan terjadi di Kejaksaan Tinggi Bali. Mantan Kepala BPN Badung dan Denpasar Tri Nugraha tiba-tiba menembak dirinya di toilet Kejaksaan Tinggi Bali, usai menjalankan pemeriksaan, Senin (31/8) pukul 19.00 malam.Peristiwa itu pun menggemparkan seisi gedung, termasuk wartawan yang menunggu kasus Tri Nugraha yang rencananya akan ditahan, Senin.

Wakil Kejaksaan Tinggi Bali Asep Maryino menerangkan, “Penembakan diri mantan kepala BPN terjadi di toilet, kami sama sekali tidak tahu kalau dia sudah mengambil barang bawaan yang seharusnya ditaruh di loker. Kami mendengar letusan, dan ternyata dia menembak dirinya di bagian dada,” ungkapnya.

Tri  Nugraha mantan kepala BPN Badung kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bros Denpasar untuk diberikan pertolongan, tetapi dia dinyatakan tewas. “Konfirmasi dari pihak rumah sakit, dia dinyatakan sudah meninggal,” terangnya lagi.

Awalnya Tri Nugraha datang ke Kejati untuk diperiksa oleh Kejaksaan atas kasus yang membelitnya. “Dia datang pukul 10 pagi. Kami sudah melakukan pemeriksaan badan, dan semua barangnya disimpan di loker. Kunci loker dibawa yang bersangkutan,” beber Asep.

Setelah menjalani pemeriksaan dari pukul 10 sampai siang hari, Tri Nugraha kemudian meminta izin untuk shalat dan makan. “Tetapi setelah itu dia tidak kembali. Kami kemudian melakukan pelacakan. Dia terdeteksi berada di Jalan Gunung Talang, Denpasar. Kami kemudian menjemput yang bersangkutan ke sana dan membawa dia ke Kejati untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” lanjutnya

Hingga sore hari menjelang malam, proses pemeriksaan selesai. Saat itu tiba-tiba Tri meminta izin untuk ke toilet. Pihak Kejaksaan tidak tahu kalau Tri sudah mengambil barangnya di loker. “Ketika dia di toilet, dia menembakkan dirinya. Kami sama sekali tidak tahu kalau dia membawa pistol, karena bukan kewenangan kami mengetahui barang bawaan yang bersangkutan. Tapi semua pengunjung wajib menaruh barang di loker,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Putus Cinta, Selebgram Bali Ayu Wulantari Nekat Terjun dari Lantai 4 Hingga Tewas

Rupanya penyidik tidak mengetahui jika tas kecil yang dibawa mantan kepala BPN Denpasar berisi sepucuk pistol. “Tas yang dibawa kecil. Awalnya sudah dimasukkan ke loker. Tapi kami dapat informasi bahwa pihak penasehat hukumnya yang mengambil barang ke loker,” jelasnya lagi.

Belum diketahui secara pasti jenis pistol apa yang dipakai Tri Nugraha bunuh diri. Dari pantauan di lapangan, pukul 21.00 polisi melakukan olah TKP, tetapi media dilarang masuk.

Wakajati Bali menjelaskan bahwa kasus korban ditutup. “Dengan meninggalnya tersangka , kasusnya kami tutup. Yang terpenting sekarang, kami memberitahu keluarganya,” tandas Asep.

Tri Nugraha diperiksa Kejati Bali atas kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia ditetapkan tersangka sejak 12 November 2019.

Kejati Bali terus menelusuri aset Tri dibeberapa provinsi di Indonesia yang diduga kuat berada di Jawa Barat, Lubuk Linggau, Malang, dan Jakarta. Kejati Bali bergerak atas dasar laporan PPATK terhadap kekayaan kepala BPN Badung dan Denpasar tersebut.

Tri Nugraha pernah ditahan Kejati Bali, tetapi karena proses pengungkapan barang bukti aset tersangka memakan waktu lama, maka yang bersangkutan habis masa penahanannya dan dilepas. Alasan lain Kejati bahwa yang bersangkutan kooperatif.

Tri Nugraha terjerat kasus gratifikasi mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Tri menerima gratifikasi dari Sudikerta atas pengurusan lahan yang dilakukan mantan Wagub Bali tersebut di BPN.

Harta Tri sebagai pejabat publik dianggap tidak wajar. Dia memiliki tanah 250 hektar di Lubuk Linggau, Sumsel, kemudian 12 kendaraan mewah, sepeda motor Harley dan Ducati dan aset berupa rumah dan lainnya di beberapa daerah.