Pemkot Tangsel, Kaji Penerapan Jam Malam Ditengah Meningkatnya Covid-19

234
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot Tangsel) Tangerang Selatan akan mengkaji penerapan jam malam untuk membatasi pergerakan warganya. Untuk diketahui, total kasus positif Covid-19 di Kota Tangsel hingga Senin (31/8/2020), sudah mencapai 785 kasus.

Dari jumlah tersebut di Pemkot Tangsel , 637 pasien dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan bertambah satu orang dari data terakhir pada Minggu (30/8/2020).Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 tidak bertambah, atau tetap 45 orang. Saat ini, terdapat 103 pasien positif Covid-19 di wilayah Tangsel yang masih dirawat atau isolasi mandiri.

Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat tetap menjadi satu-satunya wilayah di Pemkot Tangsel yang sampai saat ini bebas dari kasus positif Covid-19. Di sisi lain, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan kasus positif tertinggi di Tangsel, yakni 50 kasus positif Covid-19.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan, pihaknya masih harus mengkaji apakah penerapan jam malam seperti yang dilakukan Kota Depok dan Bogor untuk membatasi aktivitas masyarakat itu efektif atau tidaknya.

“Tetapi kita kaji dulu ya apakah memang efektif atau tidak di Tangsel dengan pemberlakuan jam malam ini, dengan melihat akses masyarakat ini kan yang masuk banyak,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Airin, pihaknya harus mempertimbangkan banyaknya warga yang harus bekerja atau beraktivitas keluar wilayah Tangsel.

Menurut Airin, Pemkot Tangsel juga akan membahas teknis pelaksanaan jam malam tersebut serta pengawasannya dengan jajaran kepolisian dan TNI.

“Jadi kalau terapkan jam malam nanti menjaganya bagaimana, seperti apa nanti kita akan diskusikan dengan Kapolres dan Dandim,” kata Airin, menegaskan.

BACA JUGA:  Gojek Indonesia Soal Logo Di Demo Jokowi and game Itu Hoax Dan Tidak Benar !!
Artikel sebelumyaPasar Ciputat, 4 September 2020 Mulai Revitalisasi
Artikel berikutnyaBuruh Cikoja: APK Boleh Tumbang, Suara Nasrul Ulum-Eki Baihaki Tidak Mudah Ditumbangkan