Jaksa Pinangki Berstatus Eselon Golongan IV, Aset Tanahnya Tersebar di Bogor dan Jakarta

1
JAKSA PINANGKI
JAKSA PINANGKI
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Pinangki Sirna Malasari menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu 2 September 2020. Pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk kemudian dilanjutkan oleh penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono menjelaskan, pemeriksaan Pinangki dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi menerima imbalan dari tersangka Joko Sugiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

Sebelumnya, Kejagung sudah menyita sejumlah aset milik Pinangki, termasuk mobil mewah BMW tipe SUV X5 yang harganya ditaksir lebih dari Rp 1 miliar.Kejagung juga tengah membuka kemungkinan menelusuri harta milik Pinangki yang diduga terkait dengan sejumlah pemberian dari pihak lain. Sebelum ditangkap dan jadi tersangka, Pinangki terakhir bertugas sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II di Kejagung.

Ia merupakan pejabat eselon golongan IV PNS. Secara penghasilan, gaji per bulan yang diterimanya sebesar Rp 3.044.300 sampai yang tertinggi Rp 5.901.200.

Tak cuma gaji, Pinangki juga menerima menerima remunerisasi dalam bentuk tunjangan kinerja atau tukin yang besarannya mengacu pada kelas jabatan ,kelas jabatan 8 dengan besaran sebesar Rp 4.595.150 per bulan. Selain itu, ia juga masih mendapatkan tunjangan lainnya antara lain tunjangan suami/istri sebesar 5 persen dari gaji.

Tunjangan selanjutnya yaitu tunjangan anak sebesar 2 persen dari gaji pokok, tunjangan makan Rp 41.000/hari dan pemasukan lain seperti perjalanan dinas. Namun dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK, Pinangki tercatat memiliki kekayaan yang cukup besar.

Rabu, 2 September 2020, Pinangki terakhir menyetorkan LHKPN pada 31 Maret 2019 dengan jabatan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Total harta yang disampaikan Pinangki senilai Rp 6.838.500.000, dengan kekayaan yang didominasi aset tanah dan bangunan. Lokasinya tersebar di Bogor dan Jakarta.

BACA JUGA:  Febri Diansyah Mantan Jubir KPK Sebut Penangkapan Mentri Edhy Prabowo sebagai Kerja Luar Biasa
PINANGKI DALAM ILUSTRASI
PINANGKI DALAM ILUSTRASI

Ia melaporkan tanah dan bangunan seluas 364 m2/234 m2 di Bogor senilai Rp 4 miliar. Selain itu, ada juga tanah dan bangunan seluas 500 m2/360 m2 di Kota Jakarta Barat senilai Rp 1.258.500.000.

Aset terakhir berupa tanah dan bangunan yaitu seluas 120 m2/72 m2 di Kota Bogor senilai Rp 750 juta. Sementara kendaraan, ia melaporkan tiga unit, yaitu Nissan Teana, Toyota Alphard, dan Daihatsu Xenia.

Ketiga mobilnya itu tertulis senilai Rp 630 juta. Tidak ada laporan ia memiliki BMW tipe SUV X5 yang kini sudah disita. Pinangki juga melaporkan kas dan setara kas Rp 200 juta, serta tidak memiliki utang. LHKPN tersebut berdasarkan hasil verifikasi tanggal 27 Desember 2019.

Saat ini KPK masih melakukan supervisi, namun sudah berkoordinasi dengan Kejagung untuk ikut menangani kasus dugaan suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Pengambil-alihan penanganan kasus tersebut sesuai dengan Pasal 10A UU No, 19 Tahun 2019 tentang KPK. Ini kasus dugaan suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Menurut Firli, KPK saat ini masih melakukan supervisi penanganan perkara tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan kasus itu kita lakukan supervisi untuk penanganan selanjutnya,” kata Firli saat dikonfirmasi, Senin (31/8).

Firli menambahkan, KPK juga berpeluang mengambil alih penanganan kasus dugaan suap yang diterima Pinangki dari terpidana Djoko Tjandra untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA). Ini sesuai dengan Pasal 10A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Dalam beleid tersebut dinyatakan bahwa KPK berwenang mengambil alih perkara korupsi yang sedang ditangani kepolisian atau kejaksaan. Namun begitu, Firli mengatakan, KPK baru akan mengambil alih jika Kejagung tak dapat menyelesaikan penanganan perkara tersebut.

BACA JUGA:  Pelaku Pencabulan Bocah 10 Tahun di Tangsel, Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi