Monopoli Marak, Harus ada Tindakan Efek Jera Yang Jitu

1
Monopoli Marak, Harus ada Tindakan Efek Jera Yang Jitu
MONOPOLY MOBIL
JAKARTA, banten.indeksnews.com -Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menjelaskan, praktek monopoli membuat konsumen tidak leluasa dalam memilih produk yang diinginkan. Selain itu, konsumen juga bisa mendapatkan harga yang tidak wajar karena minimnya persaingan bisnis.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) saat ini memang tengah mengusut adanya dugaan-dugaan praktek monopoli, diantaranya pada perusahaan pelumas. Menurutnya, ini menjadi langkah yang baik untuk perlindungan konsumen.

Kendati demikian, yang menjadi catatannya, putusan KPPU dalam perkara praktek monopoli dinilai kurang bisa dimanfaatkan langsung untuk kepentingan konsumen. Sebab, putusan hanya sanksi berupa denda dengan nilai maksimal Rp 25 miliar.

Meski Tulus tak menyebutkan secara sepsifik perusahaan yang tengah disidangkan oleh KPPU karena diduga melakukan praktek monopoli. Namun, seperti diketahui, PT Astra Honda Motor (AHM) sedang terlibat kasus tersebut.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah menyidangkan kasus dugaan monopoli oleh AHM terkait pemasaran pelumas kendaraan roda dua, yang terdaftar dengan nomor perkara 31/KPPU-I/2019.

PERMAINAN MONOPOLY
PERMAINAN MONOPOLY

Perusahaan diduga melakukan pelanggaran pasal 15 ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pasal ini mengenai perjanjian tertutup, yang melarang para pelaku usaha melakukan perjanjian dengan persyaratan tertentu.

Dalam pasal 47 dan pasal 48 beleid tersebut, disebutkan jika terbukti bersalah maka pelaku terancam sanksi berupa tindakan administratif. Serta pidana denda mulai dari Rp 5 miliar sampai maksimal Rp 25 miliar, atau kurungan pengganti denda, selama-lamanya 5 bulan.

Efek jera

Dibutuhkan penindakan lebih lanjut atas praktek monopoli usaha ini. Secara jangka panjang, monopoli mengakibatkan usaha menjadi raksasa. Pada akhirnya kelompok usaha bisa menguasai sendi sendi negara.

Contohnya, monopoli penjualan sepeda motor, mobil, hingga monopoli usaha batubara, secara mega raksasa mempekerjakan profesional seperti Sandiaga Uno, Boy Tohir, Erick Tohir, Rini Suwandi hingga Jusuf Kala. Akhirnya monopoli tersebut merangsek pada urusan negara. Karena kekuatannya sangat besar.

BACA JUGA:  Benur Lobster Terkait Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo Oleh KPK

Dalam hal ini Adian Napitupulu berkali kali komplain tentang tertutupnya akses profesional kepada 4.000 komisaris BUMN. Seolah olah semakin menerangkan bahwa konglomerat ogah mendukung partai Megawati dan Prabowo.
Seharusnya Adian menyadari bahwa target dia bukan Erick namun kakaknya di holding