Sediakan PL dan Miras, Kini Star Queen Ditutup

0
“Terdapat pelanggaran hukum, maka izinnya (Star Queen -red) dicabut,” kata Anas Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang.

Ia menyebut, pencabutan izin Star Queen berdasarkan Keputusan Kepala DPMPTSP Nomor 556/440/DPMPTSP/2017 tertanggal 24 Mei 2017. Secara otomatis Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Nomor 503/011/NP/BPTPM/IX/2016 atas nama Hasani dinyatakan tidak berlaku.

“Izin awal Star Queen ini adalah toko, restoran, dan karaoke keluarga,” ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 September 2020.

Pemkab Serang sendiri menepis kabar yang menyebut Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melegalkan tempat hiburan Star Queen. Diskominfosatik Kabupaten Serang memastikan informasi tersebut merupakan hoax.

star queen
Foto: istimewa

“Bukan melegalkan peredaran miras atau prostitusi seperti hoax yang beredar. Adapun pencabutan izin, karena melanggar perizinan usaha yang ada,” ujarnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pun sudah mengeluarkan surat edaran bernomor 440/148-Huk/2020 tentang Perpanjangan Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Usaha Jasa Kepariwisataan Dalam Upaya Kewaspadaan Covid-19.

“Penutupan sementara itu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jadi sampai sekarang tidak boleh ada yang beroperasi. Tidak boleh ada usaha hiburan yang buka selama masa pandemi Covid-19,” ujar Ajat Sudrajat, Kasatpol PP kabupaten Serang.

Ajat menegaskan, saat ini sejumlah resto dan karaoke keluarga melakukan pelanggaran karena tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan. Ia mencontohkan, awalnya izin karaoke keluarga, ternyata menyediakan perempuan pemandu lagu.

“Salah satunya Star Queen yang izinya sudah dicabut,” katanya.

Menurut Ajat, sesuai arahan Bupati Serang pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia ke tempat hiburan di sekitar Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Kramatwatu. Dan sudah berulangkali pula dilakukan penutupan.

“Kami akan semakin tegas untuk menutup semua tempat hiburan yang melanggar izin. Apalagi di masa Covid-19, tidak boleh ada yang beroperasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  2 Pasangan Selingkuh, Ditangkap Saat Satpol PP Razia Hotel Berbasis Online

Senada dengan itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang, Syamsudin menambahkan, pengelola Star Queen sedang mengajukan izin melalui Online Single Submission (OSS). Belum melakukan pemenuhan komitmen dalam rangka mengefektifkan izin operasionalnya.

“Izin dicabut karena tidak sesuai dengan kegiatan usaha. Karena mereka menyediakan minuman beralkohol dan pemandu lagu, mestinya hanya untuk karaoke keluarga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkab Serang sendiri pernah memberikan penghargaan terhadap Star Queen yang belakangan menjelma sebagai tempat hiburan malam itu tahun 2017 silam atas kepatuhannya membayar pajak.

TONTON JUGA