Saraswati: Warga Miskin Di Tangsel 100 Ribuan, Yang Terima Bansos 500 Ribuan

96
Saraswati dan Ibu Ibu Pamulang Barat
Saraswati dan Ibu Ibu Pamulang Barat
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Kunjungan Ibu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ke Pamulang Barat di sambut hangat ibu ibu Pengajian di wilayah Rt 02 Rw 04 Sesuai dengan masa pandemi covid panitia tidak lupa dengan protokol kesehatan ketat. Ibu Rahayu Saraswati datang tepat waktu yang sudah direncanakan 11:30 wib Pamulang , Kamis 10 September 2020.

“Assalamu’alaikum Ibu ibu maaf saya baru dari Polda Metro Jaya berasama babe H,Muhamad Menghadiri acara Kampanye Pembagian Masker Serentak, Jaga Jarak dan hindari kerumunan , nah sekarang menjadi 4M mencuci tangan ,memakai Masker , menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan untuk besok selalu menggunakan masker juga menghindari kerumunan ya ibu ibu ,walau begini [ sambil menunjukkan ] pertemuan diluar kita tetap gunakan masker ya” kata Saraswati .

Dijawab serentak ibu ibu siaaaap !
“Jelang kampanye nanti kita tidak boleh duduk berdekatan lagi minimal satu meter dan ingat selalu gunakan maskernya yaa.” ajak Saraswati.

Pertemuan itu Saraswati menerangkan hal Visi Misinya TANGSEL .T = Transfaran . A = Akuntabel . N = Nyata Pengabdian Nya.G = Gotong Royong .S = Sejahtera Warga Nya
.E = Elok Kota Nya .L = Luhur Budi Nya , dijawab ibu ibu Muhamad – Saraswati.
Menang…Menang…Menang.

Ketua Rt Pak Nana , Hasbulah dri MS ,H,Sukri dan Bapak Engkos
Ketua Rt Pak Nana , Hasbulah dri MS ,H,Sukri dan Bapak Engkos

Dalam sesi tanya jawab dalam menanggapi seorang ibu bagaimana dalam hal ekonomi dimasa pandemi ini ,Saraswati menjelaskan “Dalam pemberdayaan masyarakat memang kita pokusnya dari segi ekonomi , yaitu Pendidikan leterasi digital dan financial digital melatih mengelola uang dan nanti juga kita akan memberikan intensif modal bagi ibu ibu yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga juga yang single parent ini yang menjadi fokus kita.” terang Saraswati.

“Dalam hal usaha di masa pandemi ini literasi digital amat penting,dimana kita sudah harus beradaptasi dengan hal baru seperti yang berjualannya tatap muka kita nanti akan upayakan dan melatih dalam digital marketing ,ini menjadi sangat perlu kedepan dalam menghadapi kenormalan baru, penjualan lewat online itu ada ilmunya untuk itu kita akan melatih hal tersebut .” ungkap Saraswati.

Menjawab tentang kesehatan dan pendidikan , ibu Saraswati menekankan tentang masalah data BPJS ,contohnya yang termasuk warga miskin di Tangerang Selatan hanya 100 sekian ribu ,tapi penerima Bansos itu bisa sampai 500 ribu dijawab ibu ibu yang hadir hampir seratusan ibu “huhuhuhu ” , lalu ibu Saraswati melanjutkan “ini aneh,tetapi ditempat lain yang memang miskin tapi tidak dapat tapi disini [Tangsel] mereka yang tidak miskin tetapi dapat.” disambut tepuk tangan para ibu yang hadir.

Sebenarnya bicara tentang data sebenarnya ada dana tersebut yang digunakan untuk membantu biaya kesehatan dan pendidikan tetapi malah digunakan untuk atau disasar sebagai program sekali terima ini yang harus kita perbaiki dalam hal pendataan, nah untuk masalah BPJS banyak yang mengatakan “wah BPJS nya mahal ,padahal kalau dihitung hitung tidak semahal harga rokok , maaf lho bapak bapak, lebih penting BPJS untuk anak dan istri atau rokoknya kata ibu Saraswati ,disambut tawa ibu ibu .

“Jadi kita harus melihat perpektif kalau kita bicara BPJS kita melihat apa saja sih yang diatur ,kita juga harus peduli pada dokter dan perawat yang tidak bisa terima gaji,karena tunggakkan BPJS besar ,apa lagi sekarang sebagai garda terdepan atau bahkan sudah benteng terakhir ,dipandemi covid ini sudah 100 dokter meninggal karena covid 19 , jadi kita harus fair mari kita sama sama kedepan membenahi pendataan nanti bisa kita alihkan untuk pendidikan dan kesehatan,kedepan mengenai pendidikan justru saya akan melarang pungli pungli karena hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan selama 12 tahun dari mulai SD hingga SMA harusnya gratis,”pungkas Saraswati