Lonjakan Tagihan Listrik PLN Tak Wajar Kembali Terjadi

234
Lonjakan Tagihan Listrik PLN Tak Wajar Kembali Terjadi
Jakarta – Lonjakan dratis tagihan listrik pada sejumlah pelanggan PLN, per akhir bulan juni lalu menerima sedikitnya 410 aduan dari masyarakat diterima Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marivest)

Seperti diberitakan Antara, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan hingga akhir Juni lalu, pihaknya telah menerima 410 pengaduan masyarakat.

Purbaya menjelaskan salah satu contoh kasus tak wajar yang terjadi diantaranya dialami pelanggan PLN di Malang, Jawa Timur yang memiliki usaha las listrik. Tagihan listrik pelanggan tersebut melonjak drastis hingga mencapai Rp 70 juta.

“Dari yang masuk ke kami, yang tidak wajar itu sedikit, di bawah 10 persen,” kata Purbaya, Jumat (11/9/2020).

BACA JUGA: Saraswati: Warga Miskin Di Tangsel 100 Ribuan, Yang Terima Bansos 500 Ribuan

Menerima laporan tersebut dua staf kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi langsung melakukan pengecekan meteran atas ketidakwajaran kenaikan tersebut.

“Hari ini dua staf saya mengecek meteran di sana dan kenapa naiknya gila-gilaan dari Rp 1 juta, Rp 2 juta, jadi Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. Jadi kasus aneh yang di luar kewajaran masih kami investigasi, kalau salah akan kami betulkan secepatnya,” kata Purbaya.

Ia berharap investigasi yang dilakukan Kemenko Maritim dan Investasi akan jadi penilai netral di antara pelanggan dan PLN. Ia juga berharap pengawasan yang dilakukan agar kinerja PLN menjadi lebih baik ke depan.

BACA JUGA: Pangdam Jaya Hadiri Kegiatan Pembagian Masker Serempak di Lapangan Prometer Polda Metro Jaya

“PLN kan sudah meningkatkan service-nya, pengaduan segala macam. Tapi kan sistem pengaduan di kita enggak efektif-efektif amat. Ada tapi enggak hidup. Hidup tapi merasa seperti tidak ada yang mengawasi. Maka kami awasi, ada banyak yang mengawasi agar ke depan lebih baik,” jelas Purbaya.

BACA JUGA:  Polda Banten Sita 24.000 obat-obatan daftar G saat Patroli PPKM

Dalam investigasi tersebut, Kemenko Maritim dan Investasi juga melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengecek keandalan dan ketahanan sistem pencatatan dan pengelolaan data meter pelanggan.

Penjelasan PLN soal lonjakan tagihan PT PLN (Persero) buka suara soal kembali naiknya tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan pascabayar.

Seperti diberitakan Kompas.com, Perusahaan pelat merah tersebut memastikan, membengkaknya tagihan listrik tersebut bukan diakibatkan kenaikan tarif ataupun praktik subsidi silang, guna menutupi kerugian stimulus yang diberian kepada pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA subsidi.

Vice President Public Relations PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri mengatakan, salah satu penyebab membengkaknya tagihan listrik ialah adanya komponen biaya tambahan yang perlu dibayarkan oleh pelanggan. Komponen biaya tersebut merupakan cicilan tagihan listrik rekening Juni yang dibebankan pada rekening Juli, Agustus, dan September.

Artikel sebelumyaSaraswati: Warga Miskin Di Tangsel 100 Ribuan, Yang Terima Bansos 500 Ribuan
Artikel berikutnyaCegah Penularan Covid-19, Polda Banten Bagikan Masker ke Masyarakat