PSBB di Kota Serang Kembali Diberlakukan, Suhu Badan Diatas 37 Derajat Suruh Putar Balik

329
PSBB Kota Serang
Kota Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim khususnya memberlakukan PSBB di seluruh Kota dan Kabupaten di wilayahnya setelah menyusul berita bahwa tren pasien dan warga Banten yang terjangkit Covid-19 tidak turun.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim setelah mendapat laporan terakhir dari Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten Ati Pramudji pada Minggu 6 September 2020.

”Jika zona risiko di setiap kabupaten atau kota di Banten cenderung meningkat.” kata Ati .

Pemerintah Kota Serang akan mendirikan delapan check point atau titik pemeriksaan di pintu keluar masuk ibu Kota Provinsi Banten saat PSBB.

Delapan check point itu antara lain di Gerbang Tol Serang Timur, Gerbang Tol Serang Barat, dan Pertigaan Parung akses menuju terminal Pakupatan.

Kemudian di Perempatan Boru Curug, Pertigaan Sempu, dan Perempatan Jalan Raya Taktakan dekat Brimob Polda Banten.

Selanjutnya di simpang Kepandean akses dari Kota CIlegon dan Jalan Raya Sawah Luhur.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan delapan check point berdiri bertujuan untuk mengecek suhu bada masyarakat yang masuk Kota Serang.

“Check point di delapan titik harus ada karena PSBB. Check point untuk mengecek suhu badan masyarakat yang masuk ke Kota Serang,” ujar Syafrudin.

Nantinya, jika ditemukan masyarakat yang akan masuk ke wilayah Serang memiliki suhu badan di atas 37 derajat celcius akan diminta putar balik.

“Kemudian apabila ada pengendara dan isinya (penumpang) tidak mengenakan masker akan diiberikan sanksi,” kata Syafrudin

Jenis sanksi akan diberikan sesuai dengan Peraturan WaliKota Serang Nomor 30 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. (Ade).

 

 

BACA JUGA:  Aliansi BEM Sukabumi Pelototi Kebijakan Pemda Kota dan Kabupaten Sukabumi Selang Keputusan Perpajangan PPKM
Artikel sebelumyaDidi Supriadi Di Mata Kades Nurpahmi SH, Bertanggung Jawab Cerdas Dan Smart
Artikel berikutnyaBogor Barat Dalam Proses Pemekaran Terkendala Moratorium, Begini Kata Kang Eksa