Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 Masih Terjadi di Kota Cilegon

Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 Masih Terjadi di Kota Cilegon
Check Point Pintu Toll Cilegon Barat
Cilegon – Terus bertambahnya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Pemerintah Kota (Pemkot) memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tanggal 24 September 2020.

Ternyata penerapan PSBB di Kota Cilegon dan sekitarnya ini tidak banyak diketahui oleh warga dari luar daerah.

Terbukti memasuki hari ke tiga penerapan PSBB ini tidak sedikit sopir serta penumpang kendaraan umum maupun kendaraan pribadi mendapatkan sanksi protokol kesehatan covid-19, saat memasuki sejumlah pintu tol di Kota Cilegon.

Disalah satu pintu tol Cilegon Barat contohnya, petugas gabungan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Cilegon banyak menemui sopir truk dan penumpang kendaraan umum yang tidak menggunakan masker.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Kenali Tanda Mungkin Anda Pernah Terjangkit

“Bapak tahu tidak kalau di Cilegon sedang PSBB. Karena bapak tidak menggunakan menggunakan masker, kami sanksi push up ya,” kata salah satu petugas Dishub Kota Cilegon, minggu (13/9/2020).

Selain itu, seorang anak remaja penumpang Bus jurusan Jakarta-Lampung kedapatan tidak menggunakan masker. Anak remaja itu pun diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Kamu nyanyi Indonesia Raya saja ya, bisa kan,” kata petugas Dishub Kota Cilegon lainnya.

Tidak hanya persoalan masker, petugas gabungan pun mendapati sebuah kendaraan travel membawa penumpang terlalu padat. Para penumpang pun diturunkan, juga meminta perusahaan travel membawa kendaraan tambahan.

“Kami minta jumlah penumpang di bagi ke dua kendaraan. Tolong hubungi perusahaan travelnya, minta didatangkan satu kendaraan lagi,” ujar Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada Dishub Kota Cilegon Fatur Rahman Sadeli.

Kepada wartawan, Fatur mengatakan, jika tiga pintu tol di Kota Cilegon menjadi check point PSBB. Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tenda untuk personel gabungan di setiap pintu tol.

BACA JUGA:  13 Warga Korsel Meninggal Dunia Setelah Uji Coba Vaksin Flu

“Kami pantau seluruh pintu tol, targetnya kendaraan berplat selain A. Bagi kendaraan dengan penumpang berlebih, akan kami bagi. Sementara yang tidak pakai masker, kami beri sanksi push up atau menyanyikan lagu kebangsaan,” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, hingga saat ini sebanyak 120 warga Cilegon terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 70 orang masih menjalani perawatan dan delapan orang meninggal dunia.

Dalam pemberlakuan PSBB, Pemkot Cilegon menutup seluruh operasional tempat hiburan malam. Selain itu, Pemkot juga menutup sementara tempat-tempat keramaian seperti bioskop, tempat olahraga, kolam renang, panti pijat atau spa, tempat permainan anak hingga pusat perbelanjaan (mall).

Sementara untuk supermarket yang menjual bahan kebutuhan pokok tetap diperbolehkan buka dengan jam operasional mulai dari pukul 06.00-15.00 WIB, pasar rakyat atau tradisional 06.00-15.00 WIB, pertokoan atau retail 08,00-20.00 WIB. (Ade)