Bamus Tangsel Mengungkapkan Korupsi Dan Pemerintahan Airin – Benyamien Davnie Penuh Intrik Kebobrokan

337
Airin - Benyamien Davnie
Airin - Benyamien Davnie ft istimewa
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Bamus Tangsel Badan Musyawarah Tangsel, mengkritisi dan mengungkapkan adanya intrik politik yang bobrok dalam pemerintahan Airin-Benyamien Davnie selama 2 (dua) periode 2010 – 2020.

Julham Firdaus tokoh muda dan ketua Bamus Tangsel menyayangkan banyak para tokoh masyarakat tidak serius meruntuhkan kekuatan massa dan korupsi yang menggurita.

“Ikan Gabus boleh diambil, Ikan gurame boleh diambil, ikan Paus boleh diambil tapi ingat! ikan cere itu hanya milik rakyat yang tertindas! pemuda pemudi Tangsel harus bersatu dan saya yakin¬† kezaliman bakal runtuh dan hancur ” ungkap Julham Firdaus Ketua Bamus Tangsel .

mengibaratkan gaya antek korupsi di sekitaran pemerintahan Airin-Benyamien Davnie.

Julham Firdaus, asli kelahiran Ciputat, putranya mandor Ibroh (Alm) dan cucu dari lurah Harun merasa yakin perubahan di Kota Tangerang Selatan bisa terwujud jika seluruh masyarakat mau mengganti kepemimpinannya dengan pemimpin yang bersih dan tidak KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme)

” Hampir satu juta lebih masyarakat Tangsel, hingga hari ini masyarakat setiap tahunnya susah dengan sekolahnya, masyarakat miskin susah masuk rumah sakit, pengangguran bertambah, korupsi pun merajalela”, kata Julham Firdaus, Selasa (15/9/2020)

Julham menilai rezim Airin-Benyamien kebijakannya kental dan penuh KKN,” Darah saya asli Tangsel dan 10 tahun lebih Tangsel di rongrong melalui aksi KKN dan oligarkinya”, beber Julham

50% masyarakat dinilai Bamus Tangsel sudah menyatakan jenuh dengan dinasti Airin-Benyamien, ” Kesenjangan sosial di RS masih terjadi, pungli setiap tahun di sekolah selalu ada, ekonomi dan bisnis dkelola oleh keluarga, jabatan di akomodir dengan kemasan kebijakan walikota, pergantian atau penempatan pejabat bukan ahlinya, Jadi kalau ada yang mendukung kembali dinasti politik berkuasa di Tangsel itu adalah pengkhianat masyarakat Tangsel,” geram Julham Firdaus

BACA JUGA:  IGI TANGERANG SELATAN LAKSANAKAN SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI

Pendapatan keuangan daerah kota Tangerang Selatan terbilang fantastis hampir mencapai 4 Triliun lebih, sementara  investasi bertambah tidak diimbangi jumlah angkatan kerja yang meningkat

Pelayanan kesehatan dengan adanya RSUD Pamulang tidak mencapai target diharapkan warga, faktanya! RSUD hanya berada di kategori tipe d, persoalan lain adalah korupsi alkes menjadi pemicu kepercayaan publik menurun terhadap pemerintahan Airin-Benyamien

” Walikota itu sekenanya, menempatkan pejabat dan seadanya, Guru dijadikan Kadishub, pejabat Dishub dijadikan Kadinkes, ya tidak nyambung! kebijakan tersebut tidak mencerminkan tipikal leadership tetapi tipikal percaloan”. kata Julham

Bamus tidak berbicara politik pilkada, menurut Julham berdasarkan hati nurani mengatakan selama 2 periode di dzalimi, PSBB menjadi produk ajang manfaat dan bancakan akibatnya masyarakat kelaparan, bantuan sosial hanya 2(dua) kali, kemudian tidak ada lagi kabar tentang dana Covid-19

Dia pun berharap masyarakat Tangsel bangun dari tidur dan menolak keluarga dinasti berkuasa kembali di Tangsel.

Artikel sebelumyaBSD City Masjid Kubah Sinar emas icon yang layak Bagi Perumahan Masa Depan
Artikel berikutnyaKasat Reskrim Polres Lebak: Ibu kandungya Melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya berusia 8 tahun kelas I SD langsung meninggal