Bareskrim Polri: Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Merupakan Unsur Pidana

226
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Bareskrim Polri terus mengusut insiden kebakaran kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta Selatan.Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menduga kebakaran itu merupakan peristiwa pidana. “Maka peristiwa yang terjadi, penyidik sementara berkesesimpulan itu dugaan peristiwa pidana,” ujarnya pada konferensi pers yang disiarkan di Youtube Kamis 17 September 2020.

Selain itu, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, api diduga berasal dari lantai 6 tepatnya di ruang rapat biro kepegawaian. Dari situ api kemudian merambat ke bagian gedung lainnya. Dalam kasus ini polisi telah memeriksa 131 saksi. Selain itu petugas yang kebetulan melakukan renovasi gedung juga dimintai keterangannya.

“Pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap 131 saksi dengan menggunakan alat poligraf/uji kebohongan, ahli kebakaran (untuk periksa asal api dengan teori segitiga api) dan ahli pidana, maka penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” papar Listyo.

gedung Kejaksaan Agung
gedung Kejaksaan Agung

“Peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana. Oleh karena itu hari ini kita laksanakan gelar sama-sama rekan kejaksaan, jampidum,” jelas Komjen Listyo.

Oleh karena itu, Kabareskrim menjelaskan tak akan ragu-ragu dalam menindak siapapun yang terlibat. Polisi dan kejaksaan pun berjanji untuk transparan terkait penyidikan itu.

“Kami akan tidak ragu-ragu untuk menindak, mengusut ini secara transparan, kita sepakat untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, kebakaran gedung utama Kejagung terjadi pada Sabtu 22 Agustus sekitar pukul 19.00 WIB.

Kebakaran hebat yang melalap seluruh gedung utama Kejagung baru bisa dipadamkan setelah pemadam kebakaran berjibaku selama 11 jam.

Polri telah memeriksa sebanyak 128 orang terkait kebakaran tersebut. Mulai dari petugas kebersihan hingga karyawan Kejagung

BACA JUGA:  Tragedi Kudatuli, Sekjen PDIP: Perjuangan Belum Selesai Demi Menuntut Kebenaran
Artikel sebelumyaBoyamin Saiman: “Bapakku Bapakmu”, Kemudian P Mengajak R Ketemu Pimpinan
Artikel berikutnyaPilkada Tangsel, Tanggapi Serangan Saraswati, Tim Komunikasi Ben-Pilar Sebut Dia Harus Banyak Membaca Data