Boyamin Saiman: “Bapakku Bapakmu”, Kemudian P Mengajak R Ketemu Pimpinan

194
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku memiliki bukti baru terkait skandal Djoko Tjandra.Bukti tambahan itu rencananya akan diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan supervisi terhadap kasus tersebut. Lembaga antirasuah itu sendiri telah melakukan gelar perkara oleh Kejaksaan Agung dan Polri pada Jumat (11/9) lalu.

“Saya sudah membuka preview, saya besok akan menyerahkan bukti yang diminta KPK berkaitan dengan permohonan saya melakukan supervisi yang minggu kemarin saya masukan ke KPK,” ungkap Boyamin Saiman, Rabu (16/9/2020).

Pada Jumat (11/9), Boyamin Saiman menyerahkan sejumlah bukti agar KPK melakukan pengembangan terkait skandal Djoko Tjandra.

Jaksa Pinangki ft istimewa
Jaksa Pinangki ft istimewa

MAKI juga meminta KPK mendalami aktifitas Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan mantan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.

Itu terkait rencana pengurusan fatwa hukum di Mahkamah Agung (MA).

Terlebih, sambungnya, keduanya diduga sering menyebut istilah ‘Bapakmu’ dan ‘Bapakku’ untuk melancarkan aksinya.

Bukti tambahan yang akan dibawa Boyamin, agar KPK bisa mengusut munculnya dugaan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan bahan itu, nanti KPK mampu membuat benang merah dari tiga clue ‘Bapakku-Bapakmu’, kemudian berkaitan dengan inisial, berkaitan dengan P mengajak R untuk ketemu pimpinan, terakhir terkait dengan fatwa dan grasi,” beber Boyamin.

Dengan bukti tambahan yang akan diserahkan kepada KPK itu, Boyamin berharap KPK bisa segera mengambil alih penanganan skandal kasus Djoko Tjandra.

BACA JUGA:  Keterlaluan Dimasa pandemi Rakyat Kecil Susah, DPR Dapat Fasilitas Isoman Hotel Mewah
Artikel sebelumyaTerima kasih PDI Perjuangan, Kami Lebih Mengenal Indonesia, Kata Waketum Gerindra
Artikel berikutnyaBareskrim Polri: Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Merupakan Unsur Pidana