Guruh Purnama GAMI: Baiknya Binyamin Davnie Mundur

279
Guruh Purnama di Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kota Tangsel
Guruh Purnama di Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kota Tangsel ft istimewa

TANGSEL, banten.indeksnews.com –Guruh Purnama Koordinator Presedium Garda Mahasiswa Indonesia . Tiga pasangan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota. Muhamad-Rahayu Saraswati, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2020, secara resmi sudah menyerahkan berkas pencalonan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel. Saat ini, ketiga pasangan calon (paslon) tersebut tinggal menunggu ditetapkan sebagai calon oleh KPU Kota Tangsel.

Dari tiga bakal calon Walikota Tangsel di Pilkada Tangsel 2020 itu, dua
diantaranya adalah, Muhamad mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel dan Siti Nur Azizah birokrat di Kementerian Agama. Sesuai rilis yang diterima banten.indeksnews.com, Kamis 17 September 2020. “Sebelumnya, dua bakal calon Walikota Tangsel tersebut berlatar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara Benyamin Davnie sebelumnya adalah Wakil Walikota Tangsel aktif.” kata Guruh Purnama
Koordinator Presidium GAMI

“Sesuai dengan aturan perundang-undangan, seseorang yang menyandang status ASN dilarang terlibat dalam aktivitas politik praktis. Oleh karenanya, jauh sebelum penyerahan berkas pencalonan ke KPU Kota Tangsel, Muhamad dan Siti Nur Azizah yang ikut kontestasi di Pilkada Tangsel 2020 sebagai bakal calon Walikota Tangsel tersebut, secara resmi sudah mengundurkan diri dari jabatannya.”terang Guruh Purnama kepada wartawan

Apakah hal yang sama juga dilakukan oleh Benyamin Davnie bakal calon Walikota yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Tangsel ?

Berdasarkan data yang berhasil di rangkum oleh Garda Mahasiswa Indonesia (GAMI),
sejak menyerahkan berkas pencalonan ke KPU Tangsel, Sabtu (05/09) kemarin. Benyamin Davnie yang statusnya sebagai bakal calon Wakil Walikota di Pilkada Tangsel 2020 tidak mengundurkan diri sebagai Wakil Walikota Tangsel.

BACA JUGA:  Garam Krosok, Cara Mudah dan Murah Rontokkan Corona

BACA JUGA: Azizah Lakukan Kampanye Di Masjid ?

“Benyamin hanya ‘Cuti’ dari jabatannya, sejak Ia menyerahkan berkas pencalonan dan Ia akan kembali ‘Cuti’ pada saat penetapan pasangan calon oleh KPU Kota Tangsel pada 23-24 September 2020 nanti.” Jelas Guruh Purnama .

Secara implisit, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada Serentak memang tidak disebutkan bahwa, Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang ingin kembali maju di daerah yang sama harus mengundurkan diri dari jabatannya.

“Namun demikian, secara tegas ketentuan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
diharuskan mengundurkan diri ketika ingin, mencalonkan diri di daerah lain. Begitu juga dengan redaksi ‘Cuti’ secara tegas memang tidak disebut dalam UU No 10 Tahun 2016 tersebut. Akan tetapi ‘Cuti’ bagi kepala daerah yang kembali mencalonkan diri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018. Lantas, bila melihat dua regulasi tersebut, apakah harus kita amini ? Tentu Tidak ,” Tegas Guruh Purnama.

“Dimana mana ini menjadi protes sendiri kita akhirnya mempertanyakan tentang Jujur dan Adil ,jika seorang Petahana saja sudah merasa melenggang tanpa harus patuh sama etika politik,” ujar Guruh Purnama

“Baiknya Wakil Walikota Tangsel Binyamin Davnie Mundur ,untuk menjaga Keadilan dalam pelaksanaan Pilkada Tangsel 2020.
Kami meminta agar Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kota Tangsel
segera memanggil dan memeriksa Benyamin Davnie, karena selama ini telah
melakukan tindakan Konflik Kepentingan yang itu mengarah pada tindakan
‘Abuse Of Power’ dan ‘Tindakan Penyalahgunaan Wewenang Jabatannya ,” pungkas Guruh Purnama.

Artikel sebelumyaSupremasi kapital – gagap uang, apakah itu?
Artikel berikutnyaTerima kasih PDI Perjuangan, Kami Lebih Mengenal Indonesia, Kata Waketum Gerindra