Supremasi kapital – gagap uang, apakah itu?

250
NSI ft bin
NSI ft bin
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Supremasi Kapital, Gagap uang. Maksudnya, bokek? Bukan. Ada beda antara gagap uang dengan bokek. Misalnya, walaupun bokek, seseorang bisa paham melek uang.

Kuncinya begini. Paradigma masyarakat umum itu, orang miskin berhak dapat zakat, berhak dapat keadilan, berhak kesetaraan bahkan kesehatan dimasa supremasi kapital ini.

Yang dijajah itu adalah memiliki belanja. Setiap kali Anda klik beli, pada saat itu Anda tunduk kepada supremasi kapital. Tapi bilamana Anda tidak melakukan belanja, Anda merdeka dari penjajahan kapital.

Dan orang kaya, dilarang serakah, wajib sedekah, dan tidak boleh kemaruk.
Nah, Bentar dulu. Kita cek satu per satu Paradigma maayarakat umum itu, orang miskin berhak dapat zakat, Bentar, itu musim bulan ramadhan, pada saat WFH, yah yang kuat selamat, yang lemah, yah ambyar.

Berhak dapat keadilan,
Bentar, memang semua menuntut keadilan, tapi itu hanya mimpi

Berhak kesetaraan. Nah, repot ini. Dunia tuh tidak setara, ada kelas first class anda boleh milih wine. Anda kelas bisnis, boleh dapat sampanye tapi gak boleh milih. Kelas ekonomi dapat Aqua.

Dan orang kaya, dilarang serakah,
Kenyataannya ini tidak terjadi. Justru ketemu konglomerat tuh, beda. Mirip anda ketemu Prabowo, disambut, eh disambit

Wajib sedekah, dan tidak boleh kemaruk. Disini kadang saya merasa sedih. Anda ketemu ormis, mereka empati dan solidaritas, tapi di konglomerat gak begitu. Anda menjadi member di first class, tapi duduknya di ekonomi. Tepatnya anda melayani kaum first class, semacam guide, atau spri (sekretaris pribadi), atau ajudan. Pak bos duduk di first class, tapi spri di belakang.

nsi ft Istimewa
nsi ft Istimewa

Loh. Kalau begitu, gak adil dong? Nah, kalau anda di first class selama anda bareng boss, ya anda boleh lah nyicip nyicip. Tapi jatah kita tuh spri, atau ajudan. Paling paling kita numpang. Jadi istilahnya ada uang Bos, dan uang anda. Ya anda pegang koper, tapi koper bos. Ingat, hukum Philip Kotler, kita mendapatkan peluang saat melayani kebutuhan. *Dalam hal ini, kebutuhan bos itu apa? Tidak ada keadilan dan kesetaraan, menurut supremasi kapital.

BACA JUGA:  Brand Expert: Telur ayam terjun bebas yang berdampak pada kerugian bagi peternak.

Bagaimana supremasi kapital itu bekerja?

Anggaplah duit (uang) itu telur. Kita suka makan telur ayam. Telur ceplok, telur dadar, omelet, atau indomie telur.Tiap hari kita makan telur. Tiap hari kita beli telur. Enak.

Tapi, sudah 20 tahun kita belanja telur, tepatnya kita bekerja seminggu dapat 20.telur. digoreng habis. Senin masuk kerja lagi jumat dapat 20 telur, minggu depan habis.

Jadi sepanjang umur kita bekerja dapat telur. Habis digoreng, atau jadi indomie telur.

Tapi, darimana telur tadi?

Telur tersebut dari peternakan uang, setiap hari seekor ayam (kapital), menghasilkan telur tiap hari. Dengan kata lain, bagi pemilik ayam kapital, dia tidak perlu bekerja.

Ayam kapital itu dapat darimana?

Sepanjang 25 tahun saya kerja, ya saya beli telur. Baru sekarang stop kerja, karena punya ayam kapital.

Ayam kapital itu kuncinya.

Misal, anda punya ayam kapital, sepeda motor, dan gerobak baso, anda bisa keliling jual telur (baso). Pertanyaannya, darimana datangnya ayam gerobak teesebut?

1. Ada yang memberi donasi 1.000 ayam gerobak, sehingga anda mudah memiliki ayam kapital gerobak.
2. Anda menyewa ayam gerobak dari bakul gerobak baso, mayoritas begitu, para pengusaha gerobak punya 100 gerobak, dikerjakan oleh karyawan. Jadi karyawan bekerja menyewa gerobak baso. Menyicil tiap hari.

Manakah yang lebih menguntungkan? Tentu poin #1 pemilik ayam gerobak.

Dengan demikian para pemilik ayam kapital, tidak perlu kerja lagi. Ayamnya bertelur, besok bertelur. Bila rumah anda ada seratus ayam kapital, setiap hari anda produksi 100 telur. Banyak.

Supremasi kapital.

Jadi misal, anda beli ayam properti di Sinarmasland seharga 7 miliar
1. Setiap tahun price ayam kapital properti anda naik harga 1 miliar. Kok bisa. Iyalah. Developer menbangun komunitas.
2. Sehingga setiap tahun bank ayam menawari anda top up kredit ayam kapital bertambah 1 miliar. Anda beli lagi ayam properti lagi. Demikian tiap tahun anda jual beli ayam apartment. Ayam kios. Ayam ruko.

BACA JUGA:  Pemkot Tangerang Lalai Akan Putusan penetapan perintah eksekusi Pengadilan Negeri Tangerang

Jadi bagi anda yang kenal dengan Arman Hartono, misalnya beliau punya assets ayam 70 trilyun setiap bulan Arman si bos dapat top up ayam kapital 1 trilyun. Dengan demikian, inilah proses datangnya ayam ayam kapital. Dan kita gak punya ayam, beli telur tiap hari. Suka telur (uang) tapi tidak punya ayam.

NSI membagikan ayam gerobak baso.

Artikel sebelumyaAzizah Lakukan Kampanye Di Masjid ?
Artikel berikutnyaGuruh Purnama GAMI: Baiknya Binyamin Davnie Mundur