Perceraian Di Tangsel Meningkat, 1978 Pasutri Memilih Menjadi Janda dan Duda

321
Perceraian Di Tangsel Meningkat, 1978 Pasutri Memilih Menjadi Janda dan Duda
Ilustrasi
TANGSEL, – Kementrian Agama Tangerang Selatan beberkan jumlah kasus perceraian pasangan suami istri (Pasutri) selama pandemi Covid-19.

Tercatat dalam kurun waktu Januari-Agustus sebanyak 1978 pasutri di Tangsel bercerai. Dengan begitu semakin banyak saja jumlah Janda dan Duda di Tangsel.

“Ini data perkara perceraian khusus Tangsel yang masuk di Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dari bulan Januari sampai bulan Agustus,” terang Abdul Rojak, Kepala Kantor Kementerian Agama Tangsel, Senin, 21 September 2020.

Rojak menilai tingginya angka perceraian selama covid-19 karena tiga faktor. Paling utama perihal ekonomi sebagai pemicu perceraian.

“Di masa pandemi COVID-19 ini banyak rumah tangga yang kesulitan ekonomi, yang kemudian berdampak pada tingginya angka perceraian,” katanya.

Data hingga Bulan Agustus 2020
Data hingga Bulan Agustus 2020

Lanjut Rojak, faktor lain penyebab perceraian itu adalah ketahanan keluarga dan agama.

“Rata-rata penyebabnya adalah faktor ekonomi, kedua ketahanan keluarga yang lemah, ketiga faktor agama yang lemah keimanan dan lemah ketakwaan sehingga mudah menyerah. Dari tiga faktor itu yang paling nampak ke permukaan adalah faktor ekonomi,” pungkasnya.

BACA JUGA:  PPDB Tangerang-Tangsel, Masuk SMKN-SMAN Diduga Ada Praktek Jual Beli Kursi
Artikel sebelumyaTNI Menjadi ma’ruf Jika masuk ke swasta
Artikel berikutnyaKapitra Ampera Usulkan Moratorium Politik Demi Hentikan Penyebaran Covid-19