Dokter Boenjamin Setiawan tokoh inspirasi Indonesia

469
Dokter Boenjamin Setiawan tokoh inspirasi Indonesia
Dokter Boenjamin Setiawan
JAKARTA, banten.indeksnews.com –Dokter Boen sudah aktif memimpin saat itu tahun 1990. Launching Prenagen. Saya ingat product manager saat itu Ira, dan Simon berkeliling pasar se Indonesia memastikan produk mereka terpajang di Supermarket. Mereka Ira dan Simon sungguh iri kepada Ongkie karena Helios lebih laku, cohocolate cookiesnya sangat enak.

Tetapi buah kejelian dokter Boenjamin Setiawan selalu menantang mereka. Saat itu boro boro beli Prenagen, ibu ibu hamil harus menahan diri, susu Dancow sudah bagus.

Sekarang merek merek Kalbe Farma disegani masyarakat. Tanpa pikiran yang maju, mungkin tidak ada Benecol, Diabetasol, Zee, Extra Joss, Slim n Fit, Promaag dll.

Di kalangan Perusahaan farmasi, banyak tokoh tokoh besar lainnya, seperti Andreas Halim (70 thn), Wempie yang asli Ujung Pandang, Agus Subagio, Asikin CEO PT Tempo, dokter Subowo Timbul yang dari Combiphar pindah MBS mereka mungkin sama sama jenius dengan Kalbe farma, Dokter Boen pada zamannya. Tapi yang mumpuni relate, nyanbung sampai zaman now hanya seorang.

The last standing cowboy hanya seorang. Mereka semuanya pensiun, atau meninggal.

Ibarat sebuah Akademi Nobel, semuanya sudah tua, hanya seorang yang ilmunya relate yaitu Albert Einstein.

Saat perusahaan banyak mengalami ups and down, mulai dari zaman Bodrex, Oskadon, Thermorex, Panadol, mulai dari Sangobion hingga Antangin JRG hanya Kalbe Farma yang berjaya.

Sementara semua lainnya antre untuk menerima berkah penguasa market leader Kalbe Farma.

Tokoh Dokter Boen dianggap sebagai kemuliaan Tuhan Kemurahan hati tangan Tuhan.

Sementara 200 GP Farmasi menggeh menggeh seperti haus di padang gurun, mereka semua berdoa untuk disentuh Einstein farmasi. DJITU ya itu. Apalagi?

Prinsip Dokter Boen adalah kerjakan sekarang. Itu bedanya. Dua ratus perusahaan lainnya sibuk mikir Bodrex herbal, OBH herbal, semir ranbut, facial skin, parfum Jo Malone, hanya satu yang konsisten, eh dua bersama Bing Aryanto, dan Dokter Kahar.

BACA JUGA:  Penjelasan Bupati Cianjur Herman Suherman, Saat Daerahnya Masuk Zona Merah Untuk Pertama kalinya

Mengapa saat semua terpana, terjebak pola pikir Philip Kotler saat permintaan anjlok maka harga obat turun drastis, gara gara masuk angin, eh BPJS hanya satu orang yang benar, berpikir benar, bertindak benar, maju tak gentar?

Inilah bedanya, seperti istri saya, saat dia masak ikan kompornya terbakar, saya sibuk cari selang air, dia ambil keset mencangklong penggorengan menyala-nyala dilempar ke halaman!

Itu api BPJS sangat besar banyak korban pilihannya pahit, dan sungguh membara, hanya satu yang berpikir dan bertindak solusi tepat DJITU.

Saya bertemu Dokter Boen pada pertemuan Kowas. Hanya sekali saya berjabat tangan dengan beliau. Bekal DJITU beliau sudah menjadi nama tengah saya.

Banyak perusahaan farmasi puluhan antre belajar baik baik menjadi saksi DJITU. Mereka satu satu baris menjamah kemuliaan Tuhan lewat pikiran dokter Boen.

Artikel sebelumyaSatgas Covid-19: Kami Tidak Toleransi Aktifitas Pilkada Yang Timbulkan Kerumunan
Artikel berikutnyaPilkada Tangsel Mulai Sengit, Baliho Muhamad-Rahayu Saraswati Dirusak