WN China Kabur dari Lapas Tangerang, Komisi III DPR Semprot Kalapas: ‘Emang Bisa Kabur Sendiri’

25
WN China Kabur dari Lapas Tangerang, Komisi III DPR Semprot Kalapas: ‘Emang Bisa Kabur Sendiri’
Anggota Komisi III DPR-RI mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang
Tangerang – Anggota Komisi III DPR-RI mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang. Tinjauan ini terkait kaburnya narapidana (napi) asal China, Cai Changpan alias Antoni, Rabu (23/9/2020).

Untuk diketahui, Cai Changpan kabur dari Lapas Klas I Tangerang dengan menggali lubang di selnya. Galiannya itu menembus hingga dinding samping Lapas.

Dari hasil penyelidikan, ada beberapa barang yang ditemukan di dalam sel Cai. Barang tersebut di antaranya obeng dan besi.

Setibanya di Lapas Klas 1 Tangerang, rombongan anggota dewan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa, langsung meninjau lokasi pelarian napi China tersebut.

Anggota Komisi III DPR terheran-heran dengan cara gembong narkoba asal China tersebut kabur.

“Ini kenapa ditutup? Kenapa kok dia (Cai) bisa bongkar beton di sini?” ketus anggota DPR RI Komisi III, Supriansa yang bertanya kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Banten, Andika Dwi Prasetya dan serta Kepala Lapas Klas 1 Tangerang, Jumadi, yang turut mendampingi rombongan anggota dewan.

“Coba pikir pake otak. Emang ini gak diawasi. Emang bisa dia (Cai) kabur sendiri. Kan aneh masa ga ada yang bantu,” semprot Supriansa kepada Jumadi dan Andika.

Jumadi dan Andika sempat memberikan penjelasan. Setelahnya, rombongan anggota Komisi III DPR RI memutuskan untuk meninjau ke dalam Lapas.

Peristiwa kaburnya Cai terjadi pada Senin (14/9) pagi. Jumadi memastikan ada lubang di dalam kamar sel Cai. Setelah ditelusuri, lubang itu terhubung ke bagian luar lapas.

Polda Metro Jaya membantu pencarian WN China Cai Cangpan, narapidana yang kabur dari Lapas Tangerang. Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengejar napi tersebut ke segala arah.

Hingga saat ini tim tersebut masih bekerja di lapangan. Tim terus melakukan pencarian ke sejumlah tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian narapidana tersebut.

BACA JUGA:  UU Cipta Kerja Akan Percepat Pelayanan Publik