Badak Banten Kritisi Pembebasan Lahan Tambang Emas, Banyak Rugikan Masyarakat

13
Ormas Badak banten koordinator wilayah Lebak selatan melayangkan surat permohonan audiensi ft istimewa
Ormas Badak banten koordinator wilayah Lebak selatan melayangkan surat permohonan audiensi ft istimewa
LEBAK, banten.indeksnews.com – Badak Banten . Pembebasan lahan yang dilakukan PT. Suda Miskin dengan rencana untuk aktivitas tambang emas di beberapa desa di Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak diduga merugikan masyarakat. Pasalnya, lahan garapan milik masyarakat dihargai Rp 3 ribu rupiah per meter.

Menyikapi hal itu, Ormas Badak banten koordinator wilayah Lebak selatan berupaya mengambil dengan melayangkan surat permohonan audiensi kepada Pemerintah Kecamatan Panggarangan.

Koordinator Badak Banten Lebak selatan, Erot menuturkan, pembebasan lahan tersebut di Kecamatan Panggarangan ada 4 desa dan satu desa di Kecamatan Cihara yang masuk dalam wilayah Pertambangan (WP), yaitu Desa Gununggede, Desa Cibarengkok, Desa Sogong, Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan, Desa Mekarsari Kecamatan Cihara, dengan luas keseluruhan sekitar tiga ribu hektar.

Lebih lanjut, Erot membeberkan, bahwa dari tiga ribu hektar wilayah pertambangan ini status lahannya adalah lahan garapan masyarakat dan diduga ada sebagian lahan masyarakat tersebut sudah dibeli oleh PT. Suda Miskin dengan harga yang tidak manusiawi.

“Ini persoalan krusial dan tidak bisa dibiarkan. Untuk itu, kemarin Kamis (24/9/2020) kami melayangkan surat audiensi ke Pemerintah Kecamatan Panggarangan, meminta menghadirkan pihak PT Suda Miskin dan para kepala desa yang masuk dalam WP,” tutur Erot.

Selain itu, Badak Banten ingin memastikan kepada para Kepala Desa dan Camat sebagai pemangku wilayah sudah sejauh mana peran pemerintah dalam melakukan pemantauan aktivitas pembebasan ini.

“Jangan sampai oknum kepala desa dan oknum camat jadi cukong pembebasan lahan yang merugikan masyarakat,” tutup Erot.

BACA JUGA:  MMKSI Kenalkan Layanan Mobil Bekas Bersertifikat