Kasus TBC di Indonesia semakin Tinggi, Di Tengah Wabah Corona. Benarkah ?

34
kasus TBC di Indonesia
kasus TBC di Indonesia
JAKARTA, banten.indeksnews.com -Tingginya Kasus TBC di Indonesia, setelah membaca dari berbagai berita yang ada, ternyata jumlah Angka kasus penyakit menular TB/TBC Di Indonesia ini semakin meningkat. Bahkan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang ketiga kasus penderita TBC tertinggi setelah India dan China.

Pada tahun 2018 kemarin, diperkirakan ada sekitar 845.000 penduduk Indonesia jatuh sakit karena TBC. Angka ini diperkirakan mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan setidaknya ada 300 kasus kematian per hari akibat penyakit ini.

Penyakit TB/TBC ini ditularkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dan penyakit ini jelas menular, bisa menginfeksi hampir semua orang dan segala usia, dari tua dan muda juga berisiko kena.

Penyakit TBC ini Seperti COVID-19, sangat rentan menyerang orang-orang yang sistem imunitas tubuhnya rendah seperti penderita HIV dan penyakit autoimun.

Serta orang-orang yang punya penyakit menahun seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung. Sayangnya hingga saat ini masyarakat masih mengabaikan dan menganggap remeh penyakit menular TBC, meskipun dapat menular cepat melalui udara yaitu dari droplet atau percikan dahak pasien.

Indonesia berada di urutan ke tiga
Indonesia berada di urutan ke tiga

Terlebih, pandemi ini telah membuat kita semua fokus hanya pada satu hal saja yaitu Hadapi Corona.

Padahal, di sisi lain, masih ada penyakit yang berbahaya dan menular, yaitu TB / TBC. Nah, ini wajib untuk menjadi perhatian kita bersama . Pasti sedih dan prihatin sekali rasanya ketika kita mendengar kabar seperti ini.

Kabar Indonesia menjadi 3 besar penderita TBC, dan kasus penderita dan angka kematian akibat penyakit tersebut yang terus meningkat. Namun, setelah mendengar kabar pemerintah saat ini, mengkaji masalah penyakit tersebut, kita pun sangat lega, bersyukur, dan itu artinya pemerintah peduli dengan nasib para penderita TB/TBC.

BACA JUGA:  Omnibus Law Alasan Utama Investasi di RI

Kemensos saat ini telah melakukan kajian bersama dengan kementrian lainnya. Khususnya dengan Kementrian Kesehatan untuk memasukkan TBC sebagai salah satu komponen penerima bansos PKH.

Tujuan kajian tersebut salah satunya untuk mematangkan peruntukan penggunaan anggaran dari bansos PKH. Sebab, Bantuan itu harus jelas, apakah untuk membiayai selama kontrol ke dokter, pengobatan, untuk perawatan bila dilakukan isolasi terhadap pengidap, pembelian obat, dll.

Hal ini mengingat dari tingginya penderita TBC di Indonesia. Yakni ibu hamil, anak usia dini, anak usia sekolah SD hingga SMA, lansia tidak mampu dan penyandang disabilitas berat.

Berdasarkan data, penderita TBC di Indonesia mencapai 1.020.000. Angka tersebut, tentu sangat mengkhawatirkan kita bila terus bertambah. Jadi langkah yang dilakukan pak Mensos ini sudah tepat .