Benyamin Davnie Tak Punya Senjata Lain, Hanya Andalkan Keuntungan Elektoral

37
Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel ft Istimewa
Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel ft Istimewa
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Tak terkecuali pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Pilkada Tangsel tahun ini menyita banyak perhatian. Tiga pasang calon yang sudah hampir pasti bertarung sedang menyiapkan mesin politik terbaiknya.

Benyamin Davnie yang berstatus Wakil Walikota saat ini bertekad untuk melanjutkan prestasi yang telah dibuatnya bersama Airin selama dua periode terakhir. Sayangnya berbagai pencapaian kota Tangsel selama dua periode tak bisa begitu saja membuat Benyamin-Pilar layak melanjutkan kepemimpinan.

Pertama, pasangan Airin-Benyamin Davnie merupakan komposisi yang jauh berbeda. Jika Airin-Ben sepuluh tahun lalu datang dengan segudang rekam jejak politik yang mumpuni dan bersih. Kini, Ben-Pilar muncul sebagai sosok yang sangat terasa aroma dinasti politik Banten.

Dimana dinasti ini telah terbukti mencederai integritas pemangku jabatan di mata publik. Kasus suap terhadap MK terkait penanganan sengketa pilkada di Lebak dan korupsi alat kesehatan di Pemprov Banten serta Tangsel menjadi catatan hitam dinasti Banten ini.

Bahkan KPK pada Juni lalu lewat ketuanya Firli Bahuri mengatakan bahwa Banten berada di peringkat ke 9 provinsi terbanyak kasus korupsinya dengan 24 kasus (catatan 2004-2019). Tentu data ini turut dikontribusikan oleh dinasti politik Banten ini.

Kedua, Airin-Ben ialah pasangan yang keduanya saling mengisi kekurangan satu sama lain. Airin yang sepuluh tahun lalu adalah sosok perempuan muda, energik, dan berpengalaman ditopang oleh Ben yang datang dari kalangan birokrat.

Kali ini Ben-Pilar terasa memiliki pengalaman sangat timpang dan terlihat saling menggantungkan diri. Ben butuh dinasti sekaligus dukungan Partai Golkar untuk memperpanjang karir politik sekaligus membantu ongkos politiknya.

Melihat kondisi Ben yang sebelumnya ketua DPD Partai Nasdem Tangsel tak punya kursi sama sekali untuk mengusungnya. Pilar pun diturunkan dinasti dengan kondisi yang minim pengalaman. Pilar pun terbilang sosok baru dari dinasti, ia belum begitu dikenal oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Tangerang Selatan Soal Pembangunan, Calon Petahana Paling Mahir Membual

“Kalau pun Tangsel ada yang dari keluarga dinasti itu kan pendatang baru masyarakat di Tangsel tidak terlalu kenal sama Pilar Saga,” tutur Adi Prayitno seorang pengamat politik UIN Jakarta.

Dalam hal ini Ben hanya akan memanfaatkan kekuatan elektoralnya saja selama dua periode menjadi wakil Airin. Hal ini pula yang membuat dinasti melirik Ben untuk diusung. Diluar daripada itu Benyamin tak spesial.

Adi Prayitno berpandangan bahwa sosok Benyamin tidak terlalu mencolok selama mendampingi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Secara personal Benyamin juga sebenarnya tak lebih dari sekedar pejabat teras yang senang menghadiri berbagai kegiatan seremonial masyarakat atau tugas tugas peresmian. Terakhir, berdasarkan survei Konsep Indonesia (Konsepindo) setahun yang lalu, petahana Wakil Walikota Benyamin Davnie dinilai kurang perhatian kepada warga Tangsel. Dari rilis yang diterima Indopolitika, Benyamin hanya mendapatkan persentase 11.7%.

Pungki Sudrajat  Team Sisi Lain Tangsel