Oknum Guru di Cikande Diduga Cabuli Muridnya Selama 7 Tahun, Warga Geruduk Sekolah

69
Oknum Guru di Cikande Diduga Cabuli Muridnya Selama 7 Tahun, Warga Geruduk Sekolah
Ilustrasi
Serang, banten.indeksnews.com – Ratusan warga dari Perumahan Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang menggeruduk SDN Cikande Permai, Selasa, 29 September 2020.

Mereka menuntut oknum guru terduga pencabulan berinisial AG segara ditangkap.

“Kami minta pelaku Cabul terhadap IT segera ditangkap, jika tidak, kami akan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi. Jangan main-main,” teriak salah satu massa aksi didepan Gerbang SDN Cikande Permai.

Dirinya juga berteriak, selaku seorang ibu ia merasakan bagaimana kejinya perlakuan AG yang tega mencabuli anak muridnya.

“Saya tegaskan, pelaku segera ditangkap. Pokoknya sejak detik ini kami minta pelaku Cabul itu segera ditangkap,” tegas seorang Ibu yang juga peserta aksi.

Oknum Guru di Cikande Diduga Cabuli Muridnya Selama 7 Tahun, Warga Geruduk Sekolah
Ratusan warga Cikande Permai saat menggeruduk SDN Cikande Permai

Menurut keterangan massa aksi Korban berinisial IT merupakan anak yatim piatu, dicabuli selama 7 tahun sejak ia berusia 12 tahun (kelas 5 SD) hingga kini usianya 19 tahun. Pelaku AG, merupakan guru ASN di SD tersebut.

Subur Anggota Komite Sekolah Dasar (SD) Negeri Cikande Permai saat menemui massa aksi, menyatakan agar kasus ini dikawal secara bersama-sama.

“Silahkan dan mari kita kawal kasus ini secara bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan tokoh agama Desa Cikande Permai Supriyatna, meminta agar pelaku AG dipecat secara tidak terhormat.

“Kasus ini sudah 2 Minggu, tapi belum ada penangkapan terhadap pelaku. Maka saat ini kami selaku masyarakat akan mengawal kasus ini sampai pelaku masuk penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Serang Kabupaten, AKBP Mariyono mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait adanya kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut terhadap mantan muridnya, hingga kini, pihaknya tengah memproses kasus tersebut.

“Sekarang masih proses,” katanya seperti dikutip dari biem.co (29/9).

TONTON JUGA

BACA JUGA:  Indonesia kecam aksi teror di Nice Prancis