Rahayu Saraswati Ingatkan Filosofi Persatuan dan Kebersamaan, Saat Mengunjungi Pengrajin Kue Bulan

35
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Ibu Netty ft Doc Saraswati
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Ibu Netty ft Doc Saraswati
TANGSEL,banten.indeksnews.com – Saraswati saat mengunjungi salah satu pengrajin kue di Tangsel, tidak semua sektor ekonomi turun saat Pandemi, contohnya produksi kue bulan di Pengrajin Putri Ny Lauw Tangerang Selatan justeru mengalami peningkatan. Pemesanan kue-kue dari pusat pembuatan kue yang terkenal di Tangsel ini mengalami meningkatkan dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengunjungi Pengrajin Kue Bulan Putri Ny Lauw di Ciater Tangsel. Selasa 29 September 2020.

“Kita bersyukur, ternyata tidak semua terdampak negatif Pandemi, contohnya pengrajin kue ini, Ibu Netty pemilik Pengrajin Kue Bulan Putri Ny Lauw yang mengaku pesanan kue-kuenya meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu,” kata Saraswati.

Pengrajin Kue Putri Ny Lauw di Tangsel berdiri dari tahun 2004 merupakan pelanjut Ny Lauw yang terkenal di Kota Tangerang di Jalan Pintu Air 10. Putri Ny Lauw di Tangsel memproduksi bermacam kue:  kue keranjang, dodol asli, dodol wijen, dodol duren dan lain-lain yang dipasarkan melalui pasar-pasar tradisional, modern dan supermarket.

Menurut Ibu Netty dalam tradisi masyarakat Tionghoa, seluruh keluarga besar akan berkumpul untuk menyantap kue bulan dan merayakan festival kue bulan yang jatuh pada setiap bulan penuh atau bulan purnama.

Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Ibu Netty
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Ibu Netty

“Biasanya anggota keluarga yang terpisah jauh dengan keluarga, akan kembali berkumpul dengan keluarga besarnya. Oleh karena itu, Perayaan Kue Bulan ini menjadi hari raya masyarakat Tionghoa kedua yang terbesar selain dari Hari Raya Imlek,” kata Ibu Netty.

Calon Wakil Wali Kota Tangsel yang berpasangan dengan H Muhamad diajak melihat langsung pembuatan kue dan mencoba membuatnya. Jari-jari lincah Rahayu Saraswati terlihat tidak kesulitan membentuk bulatan-bulatan adonan kue.

BACA JUGA:  Saat Pasang Baliho, Timses Benyamin-Pilar Ditabrak Orang Tak Dikenal

“Bentuk bulat dari kue ini melambangkan keutuhan serta kesatuan. Namun seiring perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya pun bermunculan yang akhirnya menambah variasi dalam komersialisasi kue bulan. Jadi filosofinya persatuan dan kebersamaan serta kekeluargaan dari kue bulan ini.” Pungkas Rahayu Saraswati.