Sepi Job, Artis Dan Pekerja Hiburan Demo di Depan Kantor DPRD DKI

416
Sepi Job, Artis Dan Pekerja Hiburan Demo di Depan Kantor DPRD DKI
Jakarta – Penutupan tempat hiburan saat pandemi covid-19 mendapat reaksi dari kalangan para pekerja seni dan hiburan, massa dari kalangan pekerja seni dan hiburan tersebut melakukan aksi damai di depan kantor DPRD DKI Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB, Senin, 05 Oktober 2020.

Massa tersebut yang mengatasnamakan diri Srikandi Pekat IB. Aksi yang dipimpin Dewita Bahar ini juga di hadiri oleh Annisa Bahar. Kakak-adik itu terlihat ikut berteriak-teriak meminta Pemprov DKI mencabut PSBB. Mereka ingin bertemu dengan pimpinan DPRD DKI.

“Kami minta PSBB dibuka, kembali ke new normal buka tempat hiburan malam. Kita minta DPRD DKI keluarkan hak angket. Banyak rakyat Jakarta nggak makan siang akibat DKI nggak berikan solusi baik,” kata salah satu orator yang ada di lokasi.

Massa juga menyindir Pilkada 2020 yang tetap diselenggarakan. Mereka mengecam pilkada.

“Awas pilkada sampai nanggap dangdut, kami turun massa kita semuanya. Pilkada ada dangdut, kita juga harus kerja,” kata salah satu orator.

demo artis 1

“Kami akan di sini sampai pimpinan DPRD temui kita, setuju,” imbuh orator.

Sementara itu, Annisa Bahar berharap Pemprov DKI mencabut PSBB Jakarta dan memberi solusi bagi pekerja hiburan malam.

“Kita di sini, saya juga sebagai seniman Indonesia juga, saya berharap sekali agar PSBB ini jangan diperpanjang lagi dan PSBB segera dicabut agar rakyat bisa makan dan teman-teman saya, saudara-saudara saya bisa bekerja lagi seperti sediakala, karena kalau saya, sangat yakin kalau nanti PSBBB diperpanjang, akan terjadi resesi semakin parah dan kemungkinan masyarakat akan nekat, karena masalah perut,” ujar Annisa.

Annisa mengatakan masyarakat tidak takut Corona, melainkan takut kelaparan. Oleh karena itu, dia meminta agar PSBB dicabut.

“Kita bukan takut mati, karena Corona, tapi kita takut mati karena kelaparan. Jadi saya minta cabut PSBB. Gunakan hak angket DPRD dan juga tolong audit budget yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk COVID-19,” ucapnya.

Namun rupanya setelah mediasi di DPRD, demo pekerja hiburan malam itu dibubarkan polisi. Polisi membubarkan massa karena dianggap tidak mematuhi protokol kesehatan Corona.

Artikel sebelumyaAksi Buruh Tangerang Terkait UU Cipta Kerja, Kapolda Banten Tinjau Pengamanan
Artikel berikutnyaTolak UU Cipta Kerja, Ribuan Buruh di Tangerang Demo di Kantor Bupati