Demo Cipayung Plus Lebak Berakhir Ricuh, 1 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

417
Lebak – Kelompok Cipayung Plus Lebak gabungan dari organisasi kemahasiswaan melakukan unjuk rasa di Kantor Pemda Lebak, Rabu, 7 Oktober 2020.

Unjuk rasa yang berawal tertib seketika rusuh saat mahasiswa menghalau petugas keamanan yang mencoba memadamkan ban yang dibakar mahasiswa.

Seorang mahasiswa terlihat pingsan, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan, beberapa mahasiswa terluka.

Teguh Pati Ajidarma Perwakilan Cipayung Plus Lebak dengan tegas menyayangkan sikap represif yang dilakukan oleh pihak keamanan.

“Tidak ada dalam rencana kami untuk rusuh, karena memang dari oknum kepolisianya yang memulai banyak massa aksi yang terluka bukan hanya seorang,” tegas Teguh Ketua Umum PMII Lebak.

Dalam aksinya mahasiswa menyoroti issu kepemudaan, mereka menilai Pemkab Lebak tidak pro terhadap pemuda padahal pemuda adalah regenerasi.

Cipayung Plus Lebak juga meminta pemerintah daerah untuk merevisi perda kepemudaan nomor 8 tahun 2018.

“Padahal kepemudaan adalah amanah undang-undang sebagai isu strategis, tapi pemkab tidak memperhatikan kepemudaan, silahkan di cek dari 2.7 triliun anggaran APBD tidak ada tuh stimulus yang menyentuh isu-isu kepemudaan,” paparnya.

Demo Cipayung Plus Lebak Berakhir Ricuh, 1 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Selanjutnya mereka juga menuntut pemda untuk mengevaluasi penanganan pasca bencana dan pelibatkan mahasiswa dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).

Senada dengan itu, Ketua GMNI Lebak, Endang menyayangkan pemkab yang enggan menemui peserta aksi.

“Sebagai bentuk kekecewaan, kami bakar ban, seharusnya pihak kepolisan menenangkan bukan melakukan tindakan-tindakan represif, kami menyayangkan aksi tadi yang mengakibatkan korban luka akibat hantaman dan pukulan yang dilakukan pihak kepolisian,” terangnya.

Endang juga menyampaikan berdasarkan kesepakatan forum, Cipayung Plus Lebak akan kembali menggelar aksi demonstrasi, Rabu, (14/10).

Diketahui Kelompok Cipayung Plus Lebak terdiri dari sejumlah organisasi diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI DIPO dan MPO), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

BACA JUGA:  Provinsi Banten Targetkan Produksi Padi 2 Juta Ton Pada Tahun 2024
Artikel sebelumyaPasca Rusuh Aksi Demo di Serang, Kabid Humas Polda Banten: ‘Kini Sudah kondusif’
Artikel berikutnyaMabes Polri Akan Usut Pembuat dan Penyebar Hoaks UU Cipta Kerja