Polisi Tembak Mati Anggota Sindikat Narkoba Jaringan Internasional, Selundupkan Sabu 12 kg

207
Brigjen Pol Krisno Holomoan Siregar , jumpa pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta ft istimewa
Brigjen Pol Krisno Holomoan Siregar , jumpa pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com -Aparat kepolisian terpaksa menembak mati pengedar sindikat nakorba jenis sabu jaringan internasional sindikat Nigeria – Jakarta. Pasalnya, tersangka berupaya melarikan diri saat dibekuk anggota polisi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Polisi Krisno Holomoan Siregar mengungkapkan bahwa dalam kasus ini jajarannya menangkap dua orang tersangka sindikat narkoba yakni, EF (26) dan SZ (23). Tersangka SZ terpasak ditembak mati lantaran melakukan upaya pelarian diri.

“Dengan bantuan Satlantas Polres Bandara, mobil yang ditumpangi tersangka sindikat narkoba dihentikan Polisi Bandara. Keduanya sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil kami amankan,” kata Krisno dalam jumpa pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2020.

Disebutkan, para tersangka mengedarkan narkoba asal Nigeria yang diselundupkan melalui pengiriman Cargo di Bandara Soekarno-Hatta.

Awal mula diketahui aksi mereka setelah paket terdeteksi oleh Bea Cukai dan terbukti berisi sabu.

Kemudian, seorang berinisial A berencana melakukan pengurusan pengambilan paket, namun paket akhirnya diambil tersangka EF dan SZ.

Saat dilakukan penangkapan, kata Krisno, ditemukan barang bukti dua dus besar berisi sabu 12 kg. Sabu tersebut disembunyikan di dalam paket filter oli oleh para tersangka.

“Tim bersama tersangka kemudian menuju kediaman A (DPO), namum dalam perjalanan tersangka SZ melawan dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Krisno.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati dan seumur hidup atau paling singkat enam tahun penjara.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Serang Kota Ringkus 5 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Artikel sebelumyaPernyataan Sikap AJI Indonesia: Omnibus Law Merugikan Pekerja dan Mengancam Demokratisasi Penyiaran
Artikel berikutnyaPolisi Buru Orang yang ‘Jual’ Gedung Legislatif di Situs Marketplace