Konflik Armenia-Azerbaijan Tak Kunjung Selesai Bisa Picu Perang Regional

367
Konflik Armenia-Azerbaijan Tak Kunjung Selesai Bisa Picu Perang Regional
Indeks News Banten – Perang yang terjadi antara Armenia dengan Azerbaijan bisa berubah menjadi perang regional karena menyebar melintasi perbatasan dan menarik kekuatan asing.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada pertemuan kabinet Iran mengatakan Perang dua negara bertetangga itu bahkan mengancam keamanan Iran sendiri.

“Kami harus memastikan bahwa perang ini tidak berubah menjadi perang regional,” kata Hassan Rouhani.

Dilensir dari Newsweek konflik yang terjadi  di wilayah Nagorno-Karabakh, yang dipimpin oleh etnis Armenia tetapi secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan. “Dan mereka yang menuangkan bensin ke dalam perang ini harus memastikan bahwa kelanjutannya bukan untuk kepentingan negara mana pun, dan perang ini harus diakhiri dengan cara politik,” kata sumber tersebut , Kamis (8/10/2020).

Rouhani juga membantah keras kehadiran pemberontak Suriah di antara garis ofensif Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, tempat Iran juga bertempur selama bertahun-tahun dalam perang saudara di negara itu

“Iran tidak akan mengizinkan siapa pun membawa teroris, yang telah kami perjuangkan selama bertahun-tahun di Suriah, ke pos perbatasan kami dalam keadaan apa pun,” Rouhani memperingatkan.

“Ini tidak bisa diterima dan telah secara eksplisit diberitahukan ke kantor negara tetangga,” katanya.

Pemicu perang Armenia-Azerbaijan selain faktor sejarah konflik di wilayah Nagorno-Karabakh adanya potensi cadangan minyak bumi dan gas alam.

Potensi energi cadangan minyak bumi dan gas alam yang luar biasa di wilayah Nagorno-Karabakh itulah yang membuat konflik  ini turut melibatkan kekuatan besar di kawasan, seperti Rusia, Turki, dan İran.

“Dalam peta hubungan luar negeri, konflik ini telah melibatkan negara-negara besar di kawasan, diantara sebabnya adalah potensi energi fosil yang luar biasa di wilayah tersebut. Ada Rusia, yang cenderung mendukung Armenia. Ada Turki, yang menggalang dukungan solidaritas dengan Azerbaijan,” ujar Pengamat Internasional yang juga Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) Arya Sandhiyudha, Ph.D seperti dikutip dari RRI Minggu 4 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Windy Cantika Aisah Persembahkan Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo
Artikel sebelumyaObat Terapi Covid-19 Remdesivir Dihargai Rp 1,3 juta per vial, Ini Kata Arief Pramuhanto
Artikel berikutnyaDoni Monardo: Vaksin Terbaik Saat Ini Adalah Protokol Kesehatan