Pedagang Liar Mainkan Harga LPG, Disperindag Batam Gelar Razia

303
Pedagang Liar Mainkan Harga LPG, Disperindag Batam Gelar Razia
BATAM, banten.indeksnews.com – Disperindag Batam Gelar Razia Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram dan premium di Kota Batam belakangan ini akhirnya membuat aparatur daerah harus turun tangan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menerjukan tim untuk melakukan razia ke lapangan.

Hasilnya, kedatangan para petugas razia di lapangan rupanya membuat para pedagang gas ketakutan, khususnya bagi mereka yang tak punya izin. Bahkan, sampai ada yang menutup kiosnya. Dalam razia ini, tim Disperindag mengangkut tabung gas milik para pedagang liar yang tak punya izin.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, menyebut, razia ini dilakukan menyusul adanya aduan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG 3 kg. Padahal, secara prosedural pasokan gas melon sudah sesuai denga kuota, bahkan stoknya dipastikan aman sampai akhir 2020.

“Jadi secara proseduralnya tak ada langka, bahkan stoknya akan aman sampai bulan Desember 2020,” ucapnya saat razia gas di kawasan Tunas Regency, Sagulung.

Namun dari pantauan Disperindag, kelangkaan gas ini karena adanya permainan pemilik pangkalan dan pelangsir. Sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat yang membutuhkan gas bersubsidi. “Harga normal dari pangkalan Rp 18 ribu. Tapi setelah di warung eceran, harganya sudah mencapai Rp 25 ribu, ini sudah meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Gustian Riau menambahkan, biasanya setiap pangkalan akan mendapatkan suplai gas sebanyak 50 tabung sampai 80 tabung gas atau sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Bahkan dalam aturannya, pemilik pangkalan harus menjual gas kepada warga yang terdata di dalam pangkalan.

“Tindakan kita saat ini mengamankan semua gas LPG yang dijual secara eceran. Kami juga masih mencari pelangsir gas yang menjual gas ke warung eceran,” tuturnya.

BACA JUGA:  Brand Expert: Telur ayam terjun bebas yang berdampak pada kerugian bagi peternak.

Tak hanya gas ukuran 3 kg saja, petugas juga menertibkan minyak jenis premium yang dijual botolan. Keberadaan minyak eceran ini telah meresahkan masyarakat karena adanya permainan para pedagang.

“Premium juga sulit dicari. Nah, biasanya para pedagang akan membeli premium dengan jumlah banyak, kemudian dijual botolan untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar,” tutupnya.

Marni, warga Sagulung merasa lega setelah adanya razia gas LPG eceran. Dengan demikian, hal ini bisa memberikan efek jera kepada pedagang yang tak berizin. “Selama ini pedagang eceran mengambil keuntungan banyak, mereka memanfaatkan kelangkaan gas untuk mencari untung gede,” tuturnya.

Artikel sebelumyaPartai Demokrat Dituding Penyandang Dana Demo Buruh, Ossy: 1000 Persen Hoax dan Fitnah!
Artikel berikutnyaRupiah Pagi ini Dibuka Menguat Tipis