Plt Ketua DPRD Lebak Digrebek Dirumah Janda, Berikut Hasil Investigasi DPD Partai Demokrat

329
Plt Ketua DPRD Lebak Digrebek Mesum Berikut Hasil Investigasi DPD Partai Demokrat
Lebak – Terkait penggrebekan Plt Ketua DPRD Lebak, (UM) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Banten, pada kamis malam (08/10/2020) menggelar konfrensi pers untuk melaporkan hasil investigasi selama 2 hari tim investigasi DPD PD Banten terkait kesimpang siuran informasi yang beredar dimasyarakat, Jumat 09 Oktober 2020.

Acara yang digelar di Gedung DPD Partai Demokrat Kota Serang dan mengundang sejumlah wartawan cetak dan online tersebut, menjelaskan hasil temuan investigasi dilapangan tim yang dibentuk oleh ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten.

Tim yang dibentuk tanggal 03 Oktober 2020 terdiri dari, pengarah  M Nawa Said, ketua tim Eko Susilo, Anggota Rohman Setiawan, Ibrahim, Sugiharto dan Haerul Soleh tersebut langsung terjun ke Kabupaten Lebak untuk melakukan serangkaian penyelidikan terkait kehebohan informasi Plt Ketua DPRD Lebak yang diterima DPD partai Demokrat.

Setelah melakukan penyelidikan dan mencari data serta informasi seakurat mungkin, demi memperoleh informasi yang tidak simpang siur sebagai landasan pengambilan keputusan atau tindakan kepada UM, akhirnya tim investigasi tersebut mengambil kesimpulan serta mengumumkannya melalui konfrensi pers hasil temuannya dilapangan.

Berikut informasi yang diperoleh dari tim investigasi DPD Partai demokrat dan berhasil dihimpun oleh redaksi antara lain bahwa, benar saudara UM telah bertamu ke rumah saudari B di Royal Garden sekitar pukul 18:30 Wib dan berangkat dari kantor, didalam rumahnya B tidak sendirian melainkan ada 2 orang lain lagi berkelamin perempuan.

Berdasarkan keterangan UM, ia bertamu ke rumah B baru pertama kali karena di hubungi B.

Jadi, berdasarkan keterangan para tetangga dan Ketua RT setempat, pada malam itu tidak ada penggerebekan yang dilakukan warga sekitar rumah saudari B di Royal Garden, tetapi, pada saat itu Plt Ketua DPRD menumpang ke kamar mandi untuk buang air kecil dan diarahkan oleh B ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, tidak sampai 2 menit tiba-tiba pintu kamar mandi digedor dengan keras, dan ketika UM keluar, AB mencoba memukul UM, lalu ditangkis oleh UM, sambil bertanya dalam hati kenapa dia digedor dan dipukul, lalu kemudian saudara AB meraih lehernya UM yang mengakibatkan copotnya 2 kancing bajunya.

BACA JUGA:  Politisi PDIP Djarot Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan di Sumut

Setelah terjadi keributan, saudara AB meminta UM untuk menikahi B, namun UM tidak mau karena merasa tidak bersalah , lalu UM meninggalkan tempat untuk menghindari keributan.

karena handphone UM tertinggal dirumah B, UM kembali dengan tujuan mengambil HPnya yang tertinggal, lalu kemudian pergi lagi.

Pada saat ada keributan, warga menghampiri ke rumah saudari B (seperti yang terlihat di video yang tersebar), saudara UM diancam akan didatangi ke gedung DPRD oleh sejumlah warga, serta dilaporkan ke BKD dan disebar luaskan ke publik bila tidak menikahi saudari B. Karena menjaga nama baik partai dan lembaga DPRD serta menghindari terjadinya kehebohan di publik, akhirnya Plt Ketua DPRD datang dan menikahi B. sampai pada akhirnya, salah satu keluarga mantan suami B menyebarkan video tersebut sampai beredar di media sosial.

Dari kronologis kejadian tersebut, tim yang dikomandoi oleh Eko Susilo ini menyimpulkan bahwa, tidak ada bukti bahwa UM telah berbuat mesum. tidak ada bukti bahwa warga menggerebek UM dan B.

Tim melihat ada skenario dan motif lain yang menyebabkan peristiwa ini dibuat heboh dan menggegerkan dengan membuat judul berita dan narasi yang jauh dari fakta.

Dan tim investigasi memiliki bukti-bukti kuat yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa Plt Ketua DPRD ini dijebak.

Terakhir tim investigasi memberikan rekomendasi kepada DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, agar UM (Plt Ketua DPRD) laporan ke pihak berwajib atau aparat penegak hukum untuk mengembalikan nama baiknya, keluarganya, Lembaga DPRD dan Partai Politik yang dinaunginya.

Artikel sebelumyaOrang Tua Pedemo Datangi Kantor Polisi, ‘Anak Saya Umur 15 Tahun Pak’
Artikel berikutnyaBadan Damam Tinggi Jangan Kuatir, Ini 10 Manfaat Daun Bidara Yang Patut di Ketahui