Pemerintah akan tindak tegas pelaku dan aktor tunggangi aksi demo

254
AKSI DEMO UU CIPTA KERJA Jakarta Ft Istimewa
AKSI DEMO UU CIPTA KERJA Jakarta Ft Istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Pemerintah akan menindak tegas pelaku serta aktor yang menunggangi demonstrasi Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh di sejumlah daerah.

Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan tindakan anarkis yang dilakukan peserta aksi adalah sikap tidak sensitif, padahal rakyat sedang berjuang bertahan dari pandemi Covid-19 dan ekonomi yang sulit. Pemerintah kata dia menyayangkan adanya aksi-aski anarkis yang dilakukan massa di tempat-tempat tertentu dengan merusak fasilitas umum, membakar, melukai petugas, dan juga menjarah.

“Demi ketertiban dan keamanan maka pemerintah akan bersikap tegas atas aksi anarkis yang justru bertujuan untuk menciptakan kondisi rusuh dan ketakutan di dalam masyarakat,” jelas Mahfud MD pada kamis malam.

Padahal kata dia, ketidakpuasan atas UU tersebut bisa ditempuh dengan cara yang sesuai kontitusi, termasuk uji formal ke Mahkamah Konstitusi.

Unjuk rasa mahasiswa dan buruh di Jakarta dan sejumlah daerah yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja berujung ricuh pada Kamis.

Kericuhan terjadi pada Kamis siang di Jakarta Pusat, yakni di Harmoni dan Jalan Medan Merdeka Barat yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari Istana Negara.

Ratusan pengunjuk rasa berupaya mendorong barisan polisi agar bisa mendekat ke depan Istana Negara. Polisi menembakkan gas air mata dan memukul mundur para pengunjuk rasa.

Kericuhan juga terjadi di beberapa daerah lainnya seperti Tangerang, Malang, Batam, dan Lampung.

Aksi mogok nasional oleh buruh dan unjuk rasa mahasiswa telah berlangsung sejak Selasa, 6 Oktober 2020 setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja.

BACA JUGA:  Provinsi Banten Targetkan Produksi Padi 2 Juta Ton Pada Tahun 2024
Artikel sebelumyaProf Romli Atmasasmita Pakar Hukum: UU Cipta Kerja Putus Mata Rantai Birokrat Korup
Artikel berikutnyaTolak Minta Maaf ke Puan, Nikita Mirzani Siap Lawan 100 Pengacara GMPN