Prof Romli Atmasasmita Pakar Hukum: UU Cipta Kerja Putus Mata Rantai Birokrat Korup

247
Prof Romli Atmasasmita Pakar Hukum ft istimewa
Prof Romli Atmasasmita Pakar Hukum ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Prof Romli Atmasasmita Pakar Hukum mengutarakan Undang Undang Cipta Kerja dinilai mampu memutus mata rantai korupsi birokrasi.

“Saya apresiasi upaya pemerintah yang telah berani menembus tembok tebal governmental corruption dengan memutus mata rantai mafioso dan birokrat korup,” ujar Pakar Hukum dari Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Romli Atmasasmita dalam keterangan pers akhir pekan kemarin.

Romli Atmasasmita menganggap kekhawatiran UU Cipta Kerja akan menyengsarakan rakyat sangat absurd, tidak memiliki justifikasi filosofis, yuridis, dan sosiologis.

Menurut Romly, UU Cipta Kerja dibentuk merujuk pada pengalaman buruk masa lalu sejak orde baru yang masih terjadi sampai saat ini, yaitu korupsi, maladministrasi, abuse of power dan suap, serta mafia-mafia di berbagai sektor.

Oleh pihak yang kontra UU Cipta Kerja, kata Romli, dianggap telah melemahkan dan menyengsarakan rakyat. Padahal, UU Cipta Kerja justru melemahkan dan menyengsarakan mafia, maladministrasi, korupsi, suap serta perilaku pemburu rente.

Romli menyarankan bagi yang kontra untuk menempuh jalur konstitusional. “Jika kita adalah warga negara yang taat hukum, termasuk pakar-pakar hukum,” tegasnya.

Untuk ke depan, Romli lebih menyoroti penyusunan peraturan pemerintah (PP), agar lebih banyak menampung aspirasi masyarakat yang positif bagi bangsa.

BACA JUGA:  Warga Green Palme Residences Tigaraksa Ikut Mensukseskan Vaksinasi Masal
Artikel sebelumyaTim TGPF Intan Jaya Satu Anggota dan Satu Anggota TNI Ditembak TPNPB di Sugapa
Artikel berikutnyaPemerintah akan tindak tegas pelaku dan aktor tunggangi aksi demo