KAMI Medan Di Bongkar Polisi, Din Syamsuddin Singgung Soal Preman Bayaran

184
Presidium KAMI Din Syamsuddin ft istimewa
Presidium KAMI Din Syamsuddin ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)  Medan dituding berbagai pihak menunggangi aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja yang berujung kerusuhan di berbagai daerah.

Sehubungan hal itu, Presidium KAMI Din Syamsuddin langsung mengeluarkan pernyataan resminya. Ia pun langsung membantah tudingan KAMI Medan  menunggangi aksi demo tolak Undang-undang Cipta Keja beberapa waktu lalu yang berujung ricuh.

“Kalimat bahwa KAMI Medan  menunggangi aksi demo buruh, mahasiswa dan pelajar adalah taktik agar massa buruh, mahasiswa dan pelajar tidak turun bereaksi,” kata Din dalam keterangan resminya, Senin 12 Oktober 2020.

Din menegaskan bahwa KAMI adalah gerakan moral yang ingin menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat. Namun secara lembaga, Din mengatakan KAMi tidak ikut dalam aksi demo tolak UU Cipta Kerja.

Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengerahkan preman-preman bayaran untuk melakukan hal-hal yang tidak bertanggungjawab.

“Cara mendiskreditkan kaum kritis terhadap pemerintah dengan melakukan anarkisme adalah cara lama untuk membungkam gerakan itu. Geraka moral KAMI tidak akan terhenti dengan cara-cara seperti itu,” lanjutnya.

Ketua KAMI Medan Hairi Amri disebut menjadi dalang kerusuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Medan. Hairi terbukti menjadi penyuplai logistik saat demo berlangsung.

Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah nama kelompok anarkis yang tergabung dalam grup WhatsApp (WA) bernama KAMI Medan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengaku, pihak kepolisian telah memiliki bukti terkait keterlibatan KAMI Medan dalam kerusuhan saat aksi demo UU Cipta Kerja terjadi.

“Untuk orang-orang yang menyerukan ujaran kebencian atau ajakan untuk melakukan anarki, ajakan untuk melakukan penjarahan, kebetulan di dalam grup yang menamakan dirinya grup KAMI Medan sedang pendalaman dan kita sudah lakukan penangkapan,” terangnya seusai paparan di RS Bhayangkara Medan, Senin 12 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Polda Sumsel Dapat Hibah 2 Triliun Dari Pengusaha asal Aceh untuk Penanganan Covid-19

“Hairi Amri selaku Ketua KAMI Kota Medan terbukti sebagai penyuplai logistik saat demo di DPRD Sumut beberapa waktu lalu.”

Termasuk Hairi, total ada tiga orang dari KAMI Medan yang telah diamankan, dan akan segera dibawa ke Bareskrim Polri di Jakarta.

Martuani kemudian menyinggung bukti lain yang ia miliki, yakni screenshot atau tangkapan layar dari grup WA bernama KAMI Medan.

“Dalam grup itu berisi materi yang disertai pemetaan lima kelompok jaringan pelaku anarkis. Kelima kelompok itu disebut sebagai POK KAMI, Klinik Siti Khodijah, 177 Alkom, bom molotov, 722 pelaku unras 30 pelaku anarkis,” tuturnya.

“Saat ini Ketua KAMI Kota Medan yang ditangkap sebagai dalang demo rusuh itu tengah menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Medan,” tegas Martuani.

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Medan, Khairil Amri dicokok pihak Polrestabes Medan. Hal itu dibenarkan Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin.
“Jadi, KAMI Medan Khairi Amri ini sedang diperiksa di Polrestabes,” ucap dia kepada wartawan, Senin, 12 Oktober 2020.

Artikel sebelumyaSudah Dikepung di Hutan Tenjo Terpidana Mati Cai Chang Pan, Belum Juga Ditemukan
Artikel berikutnyaRibuan Buruh Terpaksa di PHK, 74 Perusahaan di Banten Tutup