Rizal Ramli kepada Gatot Nurmantyo soal Omnibus Law, Rizal : Lha kok sudah jadi Jubir?

85
Rizal Ramli
Rizal Ramli
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Rizal Ramli Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Era Kabinet Kerja Jilid Pertama menyindir Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo yang menyebut tujuan Omnibus Law cukup mulia. Menurut Ekonom dan politisi senior ini ucapan Gatot menunjukkan ketidakkonsistenannya dalam bersikap.

Kontan saja, Rizal Ramli mempertanyakan maksud pernyataan Gatot. Sebab, pernyataan tersebut seperti juru bicara pemerintah. “Lha kok sudah jadi Jubir ? Piye toh ?” cuitnya dalam akun Twitternya, @RamliRizal Rizal Ramli, Jumat 16 Oktober 2020.

Diketahui sebelumnya, Gatot Nurmantyo bercerita jauh soal Omnibus Law, bagaimana UU itu menjadi angan-angan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak lama.

Menurut Gatot, angan-angan itu muncul pada perjalanan periode pertama Presiden Jokowi. “Sejak saya Panglima TNI. Presiden itu pusing meningkatkan investasi, karena di negara kita ini kayak hutan belantara undang-undang. Di mana UU ini sudah banyak tumpang tindih, ke PP, ke Perpres, sampai ke Peraturan daerah,” kata dia.menjadi aneh sekarang kok dalam penjelasan Omnibus law Gatot Malah Jadi Jubir Presiden.” kata Rizal Ramli

Lanjutnya, ia mengatakan tumpang tindihan tersebut membuat niatan investor menaruh dana di Tanah Air menjadi ragu. Maka itu, kemudian, dibutuhkan UU yang merangkum semuanya, di mana birokrasi menjadi lebih simpel, ada jaminan investasi, aparaturnya bersih, bisnis menjanjikan, dan akuntabilitas yang tinggi, shingga dengan demikian, pengusaha itu kemudian memiliki kepastian.

Nah UU (Cipta Kerja) ini saya tahu tujuannya sangat mulia karena investasi akan datang, roda ekonomi berputar, pajak banyak, sehingga sandang pangan masyarakat bisa (terpenuhi),” ujar Gatot.

Selain itu, Gatot mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pemerintah sangat tinggi. Sebab, setiap tahun bertambah tiga juta tenaga kerja baru, di mana satu juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Teuku Faizasyah: KEMLU RI Anggap Peringatan Perancis Terhadap Warganya Adalah Wajar

“Nah, makanya harus ada investasi baru. Dari akumulasi ini, harus dibuat terobosan, permasalahan ini yang dihadapi presiden,” tutur Gatot.