Erdogan: Presiden Prancis Butuh Perawatan Mental

0
Erdogan: Presiden Prancis Butuh Perawatan Mental
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Macron dengan kata-kata kasar yang akhirnya memicu reaksi tegas kantor kepresidenan Prancis.

Pemicunya adalah dia sempat membahas tentang kartun Nabi Muhammad S.A.W., di dalam kelas yang kemudian menuai kontroversi. Di awal, dia sudah mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.

Saat itu Macron menyampaikan pernyataan tentang ancaman kelompok radikal Muslim yang ingin mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekulerisme di Prancis.

“Ada kelompok radikal Islam, sebuah organisasi yang mempunyai metode untuk menentang hukum Republik dan menciptakan masyarakat secara paralel untuk membangun nilai-nilai yang lain,” kata Macron saat itu.

Erdogan mengatakan Macron membutuhkan ‘perawatan kesehatan mental’ karena sikap permusuhannya terhadap Islam. “Apa masalah Macron dengan Islam dan muslim? Dia membutuhkan perawatan kesehatan mental,” kata Erdogan dalam rapat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

“Apa yang bisa dikatakan kepala negara yang memperlakukan jutaan umat agama minoritas di negaranya dengan cara seperti ini? Pertama-tama ia membutuhkan pemeriksaan mental,” kata Erdogan.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menuduh Macron, “menyerang Islam” akibat pernyataan tersebut.

“Ini adalah saat di mana Presiden Macron bisa memberikan sentuhan penyembuhan dan menyangkal ruang bagi para ekstremis daripada menciptakan polarisasi dan marginalisasi lebih lanjut yang pasti mengarah pada radikalisasi,” cuit Khan.

“Sangat disayangkan bahwa dia memilih untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris yang melakukan kekerasan, baik itu Muslim, Supremasi Kulit Putih, atau ideologi Nazi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Merasa Bingung, 2 WNI Asal Banten Ini Terpaksa Menaruh Jenazah di Pinggir Jalan