Teuku Faizasyah: KEMLU RI Anggap Peringatan Perancis Terhadap Warganya Adalah Wajar

1
Juru bicara Kemlu RI. Teuku Faizasyah FT Istimewa
Juru bicara Kemlu RI. Teuku Faizasyah FT Istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI  melalui juru bicaranya Teuku Faizasyah menyatakan hal tersebut adalah wajar. Pemerintah Perancis mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya yang tinggal di beberapa negara mayoritas muslim agar berhati-hati. Menyikapi hal tersebut.

“Himbauan pihak Perancis terhadap warganya untuk berhati-hati wajar saja, karena Pemerintah Indonesia  juga kerap mengeluarkan himbauan untuk meningkatkan kehati-hatian dalam kondisi tertentu di satu negara,” kata Juru bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah dalam keterangannya, Rabu 28.Oktober 2020.

Menurut juru bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah , sesuai Konvensi Wina, pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi perwakilan diplomatik asing, baik personal maupun aset.

Selain itu, Kementerian luar Negeri RI juga telah memanggil Duta Besar Perancis di Jakarta Olivier Chambard, terkait pernyataan Presiden Emmanuel Macron, soal kartun Nabi Muhammad SAW.

Kementrian Luar Negri RI juga menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron di beberapa kesempatan, termasuk saat upacara pemakaman guru sejarah yang dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, seorang guru sejarah dan geografi di sebuah sekolah pinggiran di kota Paris, Perancis, Samuel Paty (47), menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW, sehingga Paty dibunuh oleh seorang remaja kelahiran Rusia bersuku Chechen.

Presiden Perancis Macron mengatakan tidak akan menarik karikatur Nabi Muhammad SAW. Menurut Macron, Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Ratusan warga di Lebak Banten mengungsi akibat banjir sungai Cimoyan