KPK Komisi Pemberantasan Korupsi, Akui Sedang Memulai Penyelidikan Calon Kepala Daerah

97
KPK Komisi Pemberantasan Korupsi, Akui Sedang Memulai Penyelidikan Calon Kepala Daerah
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango Ft Istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com –  KPK Komisi Pemberantasan Korupsi  mengakui telah memulai penyelidikan dugaan korupsi terhadap beberapa calon kepala daerah, pada Pilkada Serentak 2020. Komisi Pemberantasan Korupsi  mengawasi jalannya proses Pilkada agar tidak ternodai oleh praktik korupsi.

KPK telah memulai penyelidikan pada beberapa pasangan yang ikut di dalam penyelenggaraan Pilkada ini,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi , Nawawi Pomolango dalam Pembekalan Cakada Provinsi Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat yang disiarkan melalui daring, Kamis (5/11).

Kendati mengakui adanya penyelidikan baru, namun pimpinan KPK berlatar belakang Hakim ini tidak membuka secara rinci pasangan calon maupun lokasi mana yang tengah dilakukan penyelidikan, dalam memantau terselenggaranya Pilkada Serentak 2020. Namun, dia mengaku itu bukan di wilayah Sulawesi Utara.

“Syukur Alhamdulillah, kalau bisa kami sebutkan, itu ada berada di luar Sulawesi Utara,” ujar Nawawi.

Menurut Nawawi, lembaga antirasuah memastikan mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah agar tidak ternodai oleh praktik korupsi. Dia pun menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi  selalu melakukan pemantauan pada setiap tahapan Pilkada.

“Kami ingin memastikan bahwa tim Komisi Pemberantasan Korupsi terus melakukan pemantauan di tengah penyelenggaraan pilkada ini, terlebih dalam situasi kondisi pandemi seperti kita hadapi bersama ini,” tegas Nawawi.

Nawawi pun memastikan, Komisi Pemberantasan Korupsi tidak segan menindak para calon kepala daerah yang melakukan korupsi di tengah masa penyelenggaraan Pilkada. Karena proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi terus berjalan, tidak terbentur dengan agenda Pilkada.

“Kami memastikan bahwa tindakan penyelidikan, penyidikan, penuntutan perkara tindak pidana korupsi dalam situasi apapun terus berlanjut,” pungkas Nawawi.

BACA JUGA:  Perahu Terbalik Karena Kelebihan Penumpang, 9 Orang Tenggelam