Kejahatan Siber, Waspadai Ancamannya

56
Kejahatan Siber, Waspadai Ancamannya
KEJAHATAN SIBER FOTO ILUSTRASI
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Waspada Kejahatan Siber Industri fintech semakin tumbuh sejalan dengan perkembangan teknologi digital. Sejalan dengan itu, Presiden Jokowi mengingatkan akan ancaman kejahatan Siber itu di balik perkembangan industri pinjaman online (pinjol).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut, perkembangan kemajuan teknologi di sektor keuangan selain memudahkan masyarakat juga sepaket dengan berbagai modus kejahatan yang baru seperti kejahatan siber.

Adapun risiko kejahatan siber di antaranya. Kesalahpahaman informasi, transaksi berpotensi eror, serta penyalahgunaan data pribadi. “Apalagi regulasi non-keuangan perbankan tidak seketat regulasi perbankan,” ujar Jokowi dalam acara diskusi virtual, Rabu (11/11).

Mantan wali Kota Solo itu berharap dengan adanya kejahatan siber ini para inovator fintech tidak hanya berperan sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja, melainkan juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat.

Fintech juga bisa berperan sebagai pendamping perencana keuangan serta memperluas UMKM dalam akses pemasaran e-commerce. Para inovator fintech harus mengembangkan diri secara terus-menerus untuk menjalankan fungsi agregator dan inovatif credit scoring. “Memberikan layanan equity crowdfunding dan project financing,” tuturnya.

Presiden dengan tegas meminta pelaku industri fintech untuk memperkuat tata kelola yang lebih baik dan akuntabel dan serta melakukan berbagai mitigasi risiko yang kemungkinan akan muncul dalam kejahatan siber ini. “Saya berharap industri fintech dapat memberikan layanan yang aman bagi masyarakat, serta memberi kontribusi besar bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional,” ucapnya.

Sementara Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah berupaya meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan indeks sebesar 76 persen pada tahun 2019, target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024 akan terus didorong.

Menurut dia, fintech akan terus memainkan peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan dan transformasi digital di Indonesia. Pada tahun 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain & Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.

BACA JUGA:  Kejagung Periksa Saksi Lagi terkait Tersangka Korupsi Asabri

“Fintech memiliki peranan besar, dengan estimasi nilai sebesar 40 miliar dolar AS dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50 persen. Diperkirakan pada 2025, fintech akan bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS, didorong oleh berbagai layanan digital yang ada,” ujarnya dalam acara Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11).

Ia pun menerangkan, fintech di Indonesia merupakan sektor yang paling dinamis dan kompetitif di dunia. Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya 4 unicorn perusahaan fintech dengan nilai lebih dari 1 miliar dolar AS dan satu decacorn dengan nilai lebih dari 10 miliar dolar AS. “Fintech bersama revolusi industri ke-4, e-commerce, dan on-demand services, telah menjadi icon dan showcase bagi ekonomi digital Indonesia di beberapa tahun terakhir,” jelas Airlangga.

Di awal pengembangan fintech 2016, solusi layanan yang tersedia hanya difokuskan kepada pembayaran (payment) dan pinjaman (lending). Dalam 4 tahun, layanan fintech berkembang menjadi berbagai model bisnis, termasuk digital capital raising, InsurTech, dan market provisioning.

Keberhasilan pengembangan fintech dipengaruhi oleh lingkungan pengaturan yang kondusif. Airlangga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena telah memperkenalkan regulatory sandbox yang memungkinkan inovasi keuangan digital untuk berkembang.

“Pemerintah memberikan ruang bagi fintech untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan. Sementara OJK yang melakukan pengawasan di dalam pengembangan model bisnisnya,” ujarnya.

Menurut dia, literasi keuangan dan digital harus terus ditingkatkan, didukung dengan ekosistem yang kondusif dan kolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan dampak dari berbagai program dan inisiatif pemerintah.

Dia juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya di bidang inklusi keuangan dan teknologi finansial. “Dengan kolaborasi lintas sektor yang efektif, saya percaya bahwa kita dapat melalui pandemi ini dan membangun perekonomian kita kembali,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pertamina Mandalika SAG Resmi Luncurkan Team, Siap Tarung di Moto2 2021