Merapi Status Siaga, BPBD Ungsikan 1.457 Warga di DIY-Jateng

90
Merapi Status Siaga, BPBD Ungsikan 1.457 Warga di DIY-Jateng
Pengungsi Merapi Siaga Ft Ilustrasi ,
JOGYA, banten.indeksnews.com- Saat ini, Merapi terpantau masih berada di status siaga (level III). Gunung berapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah, itu membuat ribuan orang kategori kelompok rentan dari 4 kabupaten di DIY harus diungsikan.

Dikatakan Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, sesuai rekomendasi BPPTKG, di Sleman hanya wilayah Kapanewon Cangkringan yang masuk dalam radius potensi bahaya 5 km dari Merapi. Ada sebanyak 196 warga dari kelompok rentan maupun dewasa yang mengungsi, sebagaimana data hingga Kamis (12/11) malam. Proses evakuasi warga hanya dari Padukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo.

“Update tadi malam ada 196 warga yang sudah dievakuasi. Rinciannya lansia 86 orang, anak-anak 24 orang, balita 25 orang, ibu hamil ada 1 orang, ibu menyusui 17 orang, dan disabilitas ada 14 orang,” kata Biwara saat zoom meeting BNPB dan Pemda DIY-Jateng terkait kondisi Gunung Merapi terkini, Jumat (13/11/2020).

Setelah mengungsi, warga Kalitengah Lor itu menempati barak pengungsian di Balai Kalurahan Glagaharjo. Ada juga yang ditempatkan di sekolah yang jaraknya tak jauh dengan balai kalurahan.

“Jadi 196 pengungsi itu yang menempati barak pengungsian Glagaharjo dan SD Muhammadiyah Cepitsari, tempatnya berdekatan,” ungkapnya.

Biwara menyebut BPBD telah melakukan langkah lebih lanjut, seperti mempersiapkan barak pengungsian. “Sudah kita siapkan barak di Padukuhan Gayam, Argomulyo, sudah siap apabila nanti ada tambahan warga yang turun,” sebutnya.

Pengungsi Merapi siaga Para Lansia Ft Istimewa
Pengungsi Merapi siaga Para Lansia Ft Istimewa

Selain itu, BPBD juga telah melakukan pendataan di Padukuhan Turgo, yang merupakan sektor barat dan tengah lereng Merapi. “Sektor barat sudah kami lakukan pendataan di Turgo ada 510 warga kemudian yang rentan 196 jiwa,” urainya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah Safrudin menyebut ribuan orang telah diungsikan sejak ada penetapan status siaga . Mereka yang menungsi itu berasal dari tiga Kabupaten, yakni Magelang, Boyolali dan Klaten.

BACA JUGA:  Kemendikbud akan Luncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Daftarkan Diri Anda Segera

“Kami ungsikan warga di tiga kabupaten sesuai dengan rekomendasi (potensi bahaya) BPPTKG. Bahkan desa lain yang tidak masuk dalam rekomendasi (bahaya) turut mengungsi yaitu di Desa Keningar,” kata Safrudin.

Safrudin merinci jumlah warga yang diungsikan, yakni di Kabupaten Magelang total 808 jiwa yang mengungsi dan tersebar di berbagai desa penyangga. Selanjutnya, di Kabupaten Klaten sebagaimana data sementara mencapai 325 pengungsi. Kemudian di Kabupaten Boyolali, ada sebanyak 128 pengungsi, sebagaimana data sementara.

“Total dari tiga kabupaten yaitu Magelang, Klaten dan Boyolali ada 1.261 pengungsi dari kelompok rentan,” ucapnya.

Tak hanya mengungsikan warga dari kelompok rentan, BPBD juga mengungsikan hewan ternak warga yang jumlahnya mencapai ribuan ternak. “Selain masyarakat ada juga ternak. Ada 2.874 ekor ternak dari Boyolali, dan di Klaten ada 96 ekor ternak,” pungkasnya.