Wahidin Halim Kecewa Dan Hentikan Proyek Revitalisasi Situ Cipondoh

99
Wahidin Halim Kecewa, Hentikan Proyek Revitalisasi Situ Cipondoh
Proyek Situ Cipondoh Ft Istimewa
KOTA TANGERANG,banten.indeksnews.com – Wahidin Halim Hentikan pelaksanakannya pekerjaan Konstruksi Revitalisasi Situ Cipondoh Tahap I yang di anggarkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintahan Daerah Provinsi Banten senilai Rp 8.632.362.000, kini tidak terlihat lagi aktifitas sejak kamis (12 /11/2020).

Gubernur Banten, Wahidin Halim menghentikan proyek pembangunan jogging track yang berlokasi dibibir Situ Cipondoh Kota Tangerang. Penghentian oleh Wahidin itu dilakukan karena orang nomor satu di Provinsi Banten melihat langsung proses pembangunan yang berada di Jalan KH Hasyim Ashari.

Dan ternyata, kontraktor bukannya melakukan normalisasi malah melakukan pengurukan Situ. “Suruh jangan ada kerja dulu, setop dulu! Bukannya normalisasi, malah ngurangin lahan (Situ),” tegas Wahidin Halim,

“Harus dari ulang pembangunanya, keruk lagi! Jangan ada penyempitan lahan,” kata Wahidin. Situ Cipondoh sendiri sebenarnya memiliki luas sekitar 140an hektar, namun belakangan menyusut menjadi 120an hektar. Nantinya, sepanjang bibir situ akan dibuat jogging track untuk dimanfaatkan warga.

Terhentinya kegiatan tersebut berdampak pada para pekerja sipil sesuai yang di ungkapkan salah satu pekerja bernama Udin ( bukan nama asli).

“Yang bisa dilakukan sekarang hanya mancing ikan, pagi siang sampai malam,”ucap Udin sambil tersenyum miris saat ditemui wartawan di lokasi proyek, Sabtu (14/11/2020).

Hal senada juga di ungkapkan Mandor Toyib yang bertugas mengawasi pekerjaan sipil, Mandor Toyib menegaskan bahwa pekerjaan diberhentikan oleh pihak dinas dari provinsi pada kamis lalau tepatnya sekitar pukul 11.00 Wib.

” Kami hanya sebagai pegawas saja yang harus mengikuti intruksi, sejak diberhentikannya kegiatan, dan kami langsung stop aktifitas, sudah 3 hari ini kami diam dan menunggu kabar kapan pekerjaan di mulai lagi,” Kata Mandor Toyib sambil menunjukan pekerjaannya yang terhenti.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi harapkan KRL Yogya-Solo dongkrak ekonomi dan pariwisata

“Jumlah para pekerja semuanya ada 15 orang yang berasal dari Cimahi, Tasik, Sukabumi, dan Cianjur, sampai saat ini masih utuh 15 orang, ada toleransi dari pihak bos untuk hari Kamis kami di bayar full satu hari meskipun kami berhenti kerja dari jam 11. 00 Wib siang ” kata Mandor Toyib.

Potret Malam Hari Di situ Cipondoh Ft Istimewa
Potret Malam Hari Di situ Cipondoh Ft Istimewa

Di tempat yang berbeda Suparman Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Badan Khusus Distrik 88 ( LAI BPAN Basus D-88 ) DPC Kota Tangerang dengan tegas mengatakan bahwa pekerjaan tersebut di atas dengan kode tender 14904099 Nilai HPS Paket Rp. 9.647.000.000 menggunakan anggaran APBDP.

“saat ini tender telah selesai bahkan pekerjaan pun sudah dilaksanakan namun kini pekerjaan tersebut dihentikan, Gubernur Banten dan DPRD Provinsi Banten harus bertanggungjawab, karena pekerjaan tersebut ada di Instansi Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintahan Daerah Propinsi Banten,” tukas Suparman.

“Jangan ilegal begitu. Ajukan secara resmi, pengusaha harus mengajukan HGU HPL kepada pemerintah,” imbuh WH seraya menambahkan, pemerintah akan memberi aturan yang tidak boleh ataupun boleh dilakukan pengusaha untuk pemanfaatan lahan.

“Tujuannya itu agar konservasi lingkungan tetap berjalan dan aset pemerintah bisa jadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.