Muhamad-Saraswati Ungguli Benpilar dan Azizah Ruhamaben LSIP

302
Muhamad-Saraswati Ungguli Benpilar dan Azizah Ruhamaben LSIP
Muhamad Saraswati Ft istimewa
TANGSEL, banten.indeksnews.com –Muhamad Saraswati ungguli dua calon lainnya .Lembaga Survei Indikator Politik merilis survei dinamika elektoral Pilkada Kota Tangerang Selatan. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan hasil survei paslon yang akan dipilih warga Tangsel jika pencoblosan dilakukan hari ini.

Hasilnya, pasanganMuhamad Saraswati mendapat posisi tertinggi yakni 34,5 persen. “Sementara Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan 31,8 persen dan Siti Nur Azizah-Ruhamaben 12,1 persen,” kata Burhan dalam rilis daring yang juga banten.indeksnews.com terima melalui zoom meeting , Selasa (17/11).

Dari indikator lain, jika pemilihan menggunakan foto pasangan calon, sebanyak 38,6 persen akan memilihMuhamad Saraswati Sebanyak 33,2 persen memilih Benyamin, dan 16,4 memilih Siti Nur Azizah.

Burhan menyebut, dibandingkan temuan sebelumnya,dukungan pada pasangan No 1 MS menguat cukup signifikan, mengungguli paslon Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Siti Nur Azizah-Ruhamaben.

Hasl survei Indikator 17 Nopember 2020 .
Hasl survei Indikator 17 Nopember 2020 .

“Meskipun elektabilitas MS mulai unggul, tapi keunggulannya tidak signifikan secara statistik. Karena selisih dua paslon masih dalam kisaran margin of error survei,” kata Burhan.

Survei ini menggunakan metode random sampling terhadap 820 orang dengan margin of eror 3,5 persen, sementara tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Burhan, hal ini bisa menjadi perhatian bagi penyelenggara pemilu untuk memperbaiki proses penyelenggaraan pilkada. Ia khawatir angka golput di Tangsel meningkat pada Pilkada di masa pandemi COVID-19 ini.

“Kalau penyelenggara pemilu tidak mengantisipasi ini, dan bagi warga Tangsel yang peduli kesehatan itu tidak dianggap tidak mengirim gesture atau sinyal yang positif terkait dengan kesehatan, bisa jadi golputnya lebih besar karena faktor pandemi ini,” ujar Burhan.

“Kalau misalnya makin tidak terkendali, baik proses kampanye maupun proses pencoblosannya, misalnya acara-acara kegiatan keagamaan makin serampangan tanpa aturan yang memadai, bisa jadi orang makin takut,” pungkasnya.

Artikel sebelumyaCilacap Banjir 7 Kecamatan, Persawahan dan Pemukiman di Bantarsari Terendam Banjir Hingga 150 Sentimeter
Artikel berikutnyaAnies Baswedan Diperiksa 9 Jam Soal Pernikahan Putri Rizieq, Dicecar 33 Pertanyaan