Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Kerumunan di Bogor, Setelah dimintai keterangan Selama Tujuh Jam

3
0
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Kerumunan di Bogor, Setelah dimintai keterangan Selama Tujuh Jam
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil fT iSTIMEWA
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat memberikan keterangan di Bareskrim Polri selama tujuh jam.

Ridwan Kamil diperiksa mengenai kerumunan acara tabligh akbar Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Usai diperiksa, Ridwan Kamil menuturkan pihaknya meminta maaf atas adanya kerumunan massa pada acara tabligh akbar di Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang digelar di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Semua dinamika yang ada di Jawa Barat, secara moril adalah tanggung jawab saya sebagai gubernur,” ujarnya.

“Jika ada peristiwa-peristiwa di Jawa Barat yang kurang berkenan, masih belum maksimal, tentunya saya minta maaf atas kekurangan dan tentunya akan terus kami sempurnakan,” tambahnya.

Pria yang karib disapa Kang Emil ini dimintai keterangan oleh penyidik selama tujuh jam seputar tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jabar serta Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat terhadap terjadinya kasus pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung.

“Diminta keterangan dalam kapasitas sebagai Ketua Komite Penanggulangan COVID-19, juga (sebagai) Gubernur Jabar perihal kerumunan di Megamendung,” tuturnya.

Selain Emil, ada 10 saksi lainnya yang diagendakan diperiksa hari ini atas kasus serupa. Namun 10 saksi tersebut diperiksa di Polda Jawa Barat.

Diketahui Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Emil memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri, Jumat 20 November 2020.

Gubernur tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.40 WIB.

Kehadiran Kang Emil untuk klarifikasi terkait dugaan pelanggaran adanya pengumpulan massa yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 di Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Sesuai undangan, saya hadir di Bareskrim,” ucap Gubernur dari laman resmi Pemprov Jabar.

BACA JUGA:  Bata Merah Satu Usaha yang Masih Bertahan di Masa Pandemi Covid 19