Asistensi Anti Dumping KADI di Kota Tangsel, untuk Lindungi Produsen

43
KADI Komite Anti Dumping Indonesia, Asistensi Anti Dumping di Kota Tangsel, Lindungi Produsen
Pertemuan KADI dan KADIN kota Tangsel 2
TANGSEL,banten.indeksnews.com – KADI Komite Anti Dumping Indonesia, bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar asistensi kepada dunia usaha terkait penyelidikan anti dumping.

Ketua Komite Anti Dumping Indonesia, Bachrul Chairi mengatakan efek dumping bagi dunia usaha dan industri dalam negeri sangat fatal. Anti Dumping menurutnya dilakukan untuk menguasai pasar luar negeri. Namun, Efeknya bisa merugikan produsen dalam negeri.

“Berkurangnya keuntungan bagi produsen barang sejenis akibatnya ya kerugian,” ungkap Bachrul selaku Ketua Anti Dumping  dalam sambutannya di Sahid Hotel, Serpong, Rabu (25/12/2020).

Untuk itu, Bachrul melalui Komite Anti Dumping Indonesia mengajak pelaku usaha untuk mengajukan permohonan pengenaan anti dumping bagi yang merasa dirugikan karena praktik dumping. “Ada beberapa syarat permohonannya. Pemohon bisa langsung email ke Komite Anti Dumping Indonesia,” ungkap Bachrul.

Pertemuan KADI dan KADIN kota Tangsel 1
Pertemuan KADI dan KADIN kota Tangsel 1

Ketua Kadin Kota Tangsel Moch Fauji Siregar mengatakan istilah dumping ini masih tergolong awam. Kecuali memang di kalangan produsen ekspor impor. Asistensi ini digelar di Kota Tangsel untuk memberi pemahaman bagi pengusaha lokal di Tangsel.

“Dengan pemaparan yang dilakukan Komite Anti Dumping Indonesia tadi, peserta asistensi yang mayoritas pengusaha di Tangsel diharapakn bisa paham alur permohonan pengenaan anti dumping jika suatu hari merasa dirugikan,” tambahnya

Ini yang kita harapkan kedepan untuk para Pengusaha Di Kota Tangerang Selatan dalam menghadapi perdagangan bebas dan juga pandemi covid -19.

BACA JUGA:  Pemerintah lanjutkan stimulus keringanan tagihan listrik