Dianggap Rusak Lingkungan, Warga Padarincang Tolak Pembangunan Geothermal

140
Warga padarincang tolak pembangunan geothrmal
Serang – Warga Padarincang yang mengatasnamakan Syarekat Perjuangan Rakyat (Sapar) melakukan penghadangan masuknya alat berat milik PT Sintesa Banten Geothermal, yang hendak melakukan pembongkaran pagar akses masuknya alat berat.

Ribuan warga ini berhasil pukul mundur alat berat perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang hendak melakukan pembongkaran pagar akses Geothermal serta mobilisasi alat berat.

Pantauan dilapangan, sejak pukul 07:00 WIB pagi hari warga Padarincang sudah menunggu kedatangan alat berat alias siaga penghalauan di Jalan Raya Citasuk-Serang, tepatnya di depan Masjid At-Taubah Kampung Barengkok, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 23 November 2020.

H Doif tokoh masyarakat mengaku, sudah lima tahun menolak proyek yang dijalankan oleh PT Sintesa Banten Geothermal lantaran dinilai merusak lingkungan.

“Warga telah memasang portal dengan menggunakan semen tepat di pintu masuk akses Geothermal Padarincang,” kata Doif tokoh masyarakat.

Menurut dia, warga mengancam apabila alat berat tersebut kembali dikerahkan mereka akan terus menghadangnya hingga proyek Geothermal tersebut tidak beraktifitas kembali di Padarincang.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Padarincang (Himpar) menilai PLTPB atau Geothermal yang sudah bertahun-tahun berdiri itu ternyata menyimpan segudang permasalahan, Bahkan, perusahaan tersebut tidak memiliki asas manfaat yang menyangkut hajat hidup bersama bagi masyarakat.

“Konsepsi dan efekstifitas Geothermal tidak sebanding dengan kemaslahatan yang akan dirasakan secara umum oleh masyarakat,” ujar Ketua Himapar, Rohman.

“Di sisi lain geothermal adalah Gaya baru Impreliasme untuk menguasai dan menindas masyarakat ataupun alam yang akan terus menerus dihisap,” sambungnya.

Kehadiran PT Geothermal, sambung Rohman, rupanya justru menjadi bencana bagi masyarakat, dampak-dampak nyata yang akan dirasakan oleh masyarakat adalah gempa bumi, longsor, dan kerusakan alam lainnya.

BACA JUGA:  Dejan Antonic Pelatih PSS Sleman: Siap Tumbangkan Bali United, Dalam Perang Berebut Tiket Semifinal