Bata Merah Satu Usaha yang Masih Bertahan di Masa Pandemi Covid 19

73
Usaha Bata Merah, Masih Bertahan di Masa Pandemi Covid 19
Para Pengusaha Bata Merah Yang tak berimbas Pandemi covid di Lebak Ft IStimewa
LEBAK, banten.indeksnews.com –  bata merah di Kabupaten Lebak masih mampu bertahan walau dalam keadaan sulit sejak adanya bata ringan atau hebel yang diproduksi pabrik, terlebih dimasa Pandemi Covid 19 ini.

” Alhamdulilah walau sudah banyak yang pakai hebel dan ada Corona ini, kami masih bisa berproduksi dalam 2 minggu sekitar 16000 bata dalam sekali proses pembakaran,” kata Ramlan, salah seorang pemilik usaha bata merah yang ada di Ciseke kecamatan Rangkasbitung, Kamis (26/11/2020).

Menurut Bapak 3 anak yang mempunyai 6 karyawan ini, permintaan bata merah masih bertahan tidak mengalami penurunan maupun kenaikan jumlah permintaan karena sudah punya pelanggan tetap yakni pelansir dan toko bangunan.

“Untuk bahan baku masih cukup tersedia. Bahan baku tanah liat dicampur pasir sedikit lalu dicetak. Adapun untuk lama pembakaran sekitar 2 hari,” ujar pemilik usaha sejak tahun 1999.

Diungkapkanya pula, kelebihan dari bata merah yang dijual 600 rupiah perbata yang tidak dimiliki bata jenis lain adalah mampu meredam suhu dan suara lebih baik, sehingga masih banyak dipakai untuk bangunan rumah pribadi.

ini yang menjadi motivasi para pengrajin pembuatan bata merah di daerah lebak walau saat pandemi covid-19 produksi terus berjalan sesuai permintaan yang selama ini stabil.

Keuntungan yang cukup berimbang

Dari 20 ribu batu bata mereka berdua mendapat honor masing-masing 20% dari jumlah yang dibuat, artinya mereka masing-masing mendapat batu bata sebanyak 4 ribu.

Jika batu bata per seribu buah harganya 450 ribu maka uang yang mereka terima ketika sudah selesai sejumlah 4 X 450.000 = 1.800.000 rupiah. Jumlah yang cukup banyak untuk ukuran pedesaan apalagi di masa pandemi ini.

Berapa keuntungan yang didapat pengusaha batu bata?
Dibanding dengan pengusaha lainnya ternyata pengusaha batu merah keuntungannya cukup berimbang dengan honor pekerjanya. Sekali pembakaran, sudah menjadi kesepakatan harus berjumlah 20 ribu yang harga jualnya: 20 X 450.000 = 9.000.000 (sembilan juta) Sedang ongkos produksi yang meliputi:

BACA JUGA:  Pembunuhan Sadis oleh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan

* Ongkos tukang : 3.600.000,-

* Kayu bakar : 300.000,-

* Abu daun tebu : 200.000,-