Edhy Prabowo Mundur Dari Kabinet dan Partai Gerindra

55
Edhy Prabowo Mundur Dari Kabinet dan Partai Gerindra
Edhy Prabowo masih menggunakan rompi Orange memberi keterangan Pers atas Pengunduran diri beliau di Kabinet Jokowi Ft Istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Edhy Prabowo sesaat setelah  Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai tersangka suap dalam kasus ekspor benih lobster. Orang kepercayaan Prabowo Subianto ini menegaskan, mengundurkan diri dari Partai Gerindra dan Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sedang berjalan. Saya bertanggungjawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar,” ujar Menteri Edhy Prabowo di KPK, Kamis (26/11) dini hari.

Edhy Prabowo mengungkapkan, permohonan maaf pada ibundanya yang sudah sepuh dan meminta dirinya kuat, serta keluarga besar partai maupun masyarakat perikanan Indonesia.

“Saya juga mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya, saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum,” ujarnya.

Barang Bukti saat Keterangan Pers di KPK FT ISTIMEWA
Barang Bukti saat Keterangan Pers di KPK FT ISTIMEWA

Ia menegaskan, siap menghadapi kasus yang membelitnya dan akan memaparkan semuanya hal yang dilakukannya pada Komisi Pemberatasan Korupsi. (KPK) dan bakal menghadapi kasus ini dengan jiwa besar.

“Ini tanggungjawab penuh saya kepada dunia dan akhirat, dan saya akan jalani pemeriksaan ini insya allah dengan tetap sehat,” katanya.

Edhy menegaskan, dirinya tidak akan lari dan siap beberkan apa yang menjadi.

“Seolah-olah saya pencitraan, ini adalah semangat. Saya akan beberkan apa yang saya lakukan. Ini tanggung jawab saya pada dunia dan akherat, saya akan jalani pemeriksaan ini,” ujarnya.

Edhy jadi tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Dalam kasus ini, KPK mengamankan 17 orang di beberapa tempat di antaranya Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang Selatan, Banten dan Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Longsor Cimanggung Sumedang, Beberapa Orang Termasuk Pengembang di Periksa Polda Jabar

Namun, dari 17 yang diamankan hanya 7 orang yang dijadikan tersangka dan 5 tersangka dipajang ke publik, 2 tersangka lainnya masih buron dan diminta menyerahkan diri pada KPK.